Purbalingga - Bupati Purbalingga
Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si ditetapkan sebagai salah satu penerima
penghargaan Upakarti kategori jasa kepedulian. Bupati Triyono oleh Tim Penilai
dari Departemen Perindustrian dinilai sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan
melakukan usaha yang luar biasa dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM).
Kasubag Pemberitaan dan Media
Massa Bagian Humas Setda Ir Prayitno, M.Si, Rabu (11/11) sore mengatakan, penetapan
Bupati Triyono sebagai salah satu penerima Upakarti tercantum dalam Keputusan
Menteri Perindustrian RI nomor 491/M-IND/10/2009 tertanggal 20 Oktober 2009. Bupati
Triyono merupakan satu-satunya kepala daerah di Jawa, selain Yogyakarta
yang menerima penghargaan Upakarti.
“Penghargaan
direncanakan akan disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana
negara dalam bulan Nopember ini. Hanya saja, soal kepastian waktu masih
menunggu undangan dari Departemen Perindustrian,” kata Prayitno.
Dikatakan
Prayitno, langkah nyata dan strategis yang dilakukan oleh Bupati Triyono
diantaranya dengan melakukan regulasi dan deregulasi peraturan yang mendorong
tumbuhnya IKM. Pemkab Purbalingga boleh dibilang selangkah lebih maju dalam
beberapa kebijakan yang diambilnya jika dibandingkan pemerintah pusat.
“Selain itu,
langkah yang ditempuh dengan melakukan pembinaan teknis dan manajemen IKM yang
berkelanjutan, fasilitasi dan intermediasi dalam mendorong pengembangan IKM,
dan melakukan kebijakan pengembangan kemitraan dan pemasaran serta menetapkan
kebijakan Sapta Pesona Industri,” kata Prayitno.
Prayitno
menjelaskan, dalam hal regulasi dan deregulasi yang selangkah lebih maju
dibanding pemerintah pusat,Bupati telah
menerbitkan Perda nomor 1/2008 tentang Pelayanan Publik. Sementara pemerintah
pusat sendiri baru menetapkan UU Tentang Pelayanan Publik yakni Nomor 25 Tahun
2009 Tanggal 18 Juli 2009. Kebijakan
lainnya yakni terbitnya Perda Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pembentukan,
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelayanan Perizinan dan Investasi.
Kemudian Perbup Nomor 56 Tahun 2005
tentang Tata Cara Pengurangan, Keringanan, dan Penghapusan Retribusi Perizinan
di Bidang Penanaman Modal, Perbup Nomor 53 Tahun 2007 tentang Pembebasan
Retribusi Izin Gangguan, Tanda Daftar Industri, Izin Usaha Perdagangan, dan
Wajib Daftar Perusahaan Bagi Usaha Kecil, dan Perda Nomor 9 Tahun 2005 tentang
Penyelenggaraan Perizinan.
Dalam hal pembinaan teknis
manajemen, lanjut Prayitno, langkah yang telah ditempuh Bupati Triyono antara
lain, melakukan Pendidikan dan Pelatihan (On The Job Training, Achievement
Motivation Training/AMT, Good Manufacturing Practices / GMP, Gugus
Kendali Mutu/ GKM. Langkah lainnya yakni bimbingan teknis di berbagai bidang seperti
ekspor-impor, HKI, produksi bersih, pengelolaan usaha, pembukuan dan laporan
keuangan,kemudian melakukan pendampingan
oleh tenaga ahli (Bussines Development Service / BDS) dalam rangka
pembentukan dan pengembangan klaster IKM,Perguruan Tinggi, Lembaga Donor seperti GTZ membantu tenaga ahli logam
dari Jerman.
”Pemkab juga membantu
pelaku industri kecil dengan memberikan fasilitasi pengembangan design dan
kemasan produk, serta mengajak melakukan studi banding ke sentra-sentra IKM yang
dinilai sudah berhasil, serta mengirimkan pelaku industri untuk magang,” jelas
Prayitno.
Fasilitasi dan
intermediasi yang dilakukan Pemkab, masih kata Prayitno, dilakukan melalui, penguatan
dan pengembangan Lembaga Keuangan
Daerah, Mikro dan Koperasi, linkage program antara lembaga keuangan mikro
dengan lembaga keuangan daerah, linkage program antar Lembaga Keuangan Daerah
dengan Perbankan Umum dan lembaga donor lainnya , mendorong sosialisasidan intermediasi skim kredit untuk IKM yg
dikelola oleh bank umum. Kemudian memberikan fasilitasiakses permodalan dari BUMN.
”Kebijakan lainnya yang
spesifik dilakukan Pemkab adalah memberikan fasilitasi subsidi bunga dari
sumber APBD kepada IKM prospektif; dan fasilitasi penjaminan kreditdari sumberAPBD untuk peningkatan akses IKM ke sumber permodalan khususnya
Pegadaian seperti Program KRISTA,” jelas Prayitno. (y)
Comments
rsload
- gucci
|2009-11-20 14:36:00
wholesale gucci handbags is a high-end Italian fashion label designed by Guccio Gucci Kitbags, specializing in luxury goods for men and women (handbag, leather accessories, shoes, and apparel and hats), founded by Guccio Gucci in Florence in 1921.
Bila ada Link broken, atau permasalahan bisa ditujukan ke purbalingga [at][NOSPAM] purbalinggakab.go.id , pdepurbalingga [at][NOSPAM]yahoo.com atau chatt di Y!M pde dibawah bila aktif
(C) 2010 :: Pemerintah Kabupaten Purbalingga
Official Contact : Bagian PDE Setda Purbalingga ,
Jl. Onje no. 1 B Purbalingga , Jawa Tengah 53311,
telp. (0281) 891012 - 891430 - 891452, fax. (0281) 891271,
Email : pde_setda_pbg[at][NOSPAM]purbalinggakab.go.id
Website : http://purbalinggakab.go.id/
Semua data dan informasi di situs ini bebas untuk dikutip,
digandakan dan disebarluaskan, dengan tetap menyebutkan sumbernya Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.