Purbalingga – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si mengakui
banyak warga disekitar hutan lindung Gunung Slamet yang tergelitik untuk
memanfaatkannya sebagai lahan tanaman pertanian khususnya sayuran dan kentang.
Namun, meski demikian, Bupati mengingatkan jika pemanfaatan lahan di hutan
lindung harus tetap mendapatkan ijin dari kesatuan pemangku hutan dan juga
tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
”Warga sering kali tergelitik ketika melihat lahan kosong di areal hutan
lindung. Hal itu karena memang belum ditanami dengan tanaman pengganti oleh
Perhutani. Kondisi ini tentunya bisa memancing warga untuk memanfaatkannya.
Jadi warga tidak menjarah, tetapi hanya memanfaatkan lahan kosong,” kata Bupati
Triyono ketika bersilahturahmi dengan warga Desa Serang, kecamatan Karangreja,
Purbalingga. Desa Serang merupakan salah satu desa yang berada di kaki Gunung
Slamet dan sebagian wilayahnya juga berupa hutan lindung.
Menurut Bupati, kondisi
lahan hutan yang kosong sepertinya membuat gamang warga jika tidak
memanfaatkannya. Awalnya hanya mencoba empat bulan saja, eh ternyata hasil
panenan sayuran lumayan menguntungkan. Lalu warga menambah lagi waktu untuk
mencoba memanfaatkan lahan. Dan pada akhirnya warga terbiasa memanfaatkan lahan
itu. ”Bukan berarti saya mengijinkan warga untuk memanfaatkan lahan hutan
lindung yang kosong itu, tetapi karena barangkali terpancing memanfaatkan lahan
untuk budidaya sayuran,” kata Bupati Triyono.
Bupati juga mengingatkan
warga untuk tidak hanya berpikir sesaat dengan memanfaatkan lahan hutan
lindung. Jika lahan yang menjadi konservasi tanah dan air rusak, maka sama
halnya melakukan bunuh diri lingkungan secara perlahan-lahan. Anak cucu akan
diwarisi kerusakan lingkungan yang pada akhirnya berdampak pada penurunan
kualitas sumberdaya manusia.
”Apa jadinya jika mata air Sikopyah yang banyak
menjadi sumber kehidupan ribuan warga Purbalingga itu rusak?. Semua akan
terkena dampaknya, tidak hanya warga di sekitar mata air itu tetapi juga warga
dibagian bawah. Mereka harus menanggung kesulitan air bersih,” kata Bupati
Triyono sembari mengingatkan akan terjadinya ancaman krisis air pada tahun 2020
mendatang. (y)
We can see Anne Hathaway everywhere recently. tiffany jewellery also turn into the luxurious that are affordable by common people in the newsstand where she boarded the cover of major fashion magazines.
Bila ada Link broken, atau permasalahan bisa ditujukan ke purbalingga [at][NOSPAM] purbalinggakab.go.id , pdepurbalingga [at][NOSPAM]yahoo.com atau chatt di Y!M pde dibawah bila aktif
(C) 2010 :: Pemerintah Kabupaten Purbalingga
Official Contact : Bagian PDE Setda Purbalingga ,
Jl. Onje no. 1 B Purbalingga , Jawa Tengah 53311,
telp. (0281) 891012 - 891430 - 891452, fax. (0281) 891271,
Email : pde_setda_pbg[at][NOSPAM]purbalinggakab.go.id
Website : http://purbalinggakab.go.id/
Semua data dan informasi di situs ini bebas untuk dikutip,
digandakan dan disebarluaskan, dengan tetap menyebutkan sumbernya Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.