Koperasi dan UKM Untuk Sejahterakan Rakyat

PURBALINGGA – Keberadaan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) perlu terus diberdayakan karena keberadaanya dapat mendorong percepatan kesejahteraan rakyat. Karenanya, di kabupaten Purbalingga dibentuk organisasi perangkat daerah (OPD) baru yakni Dinas Koperasi dan UKM yang merupakan pecahan dari OPD lama Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi.

“Dinas Koperasi dan UKM dibentuk agar lebih mandiri dalam melaksanakan fungsinya membangun dan mengembangkan koperasi dan ukm lebih maju. Agar Koperasi dan UKM mampu berkontribusi menjadikan Purbalingga yang mandiri, berdaya saing, menuju masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Purbalingga H Tasdi, SH, MM usai melepas jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-70 di komplek stadion Gonetoer Darjono, Minggu pagi (16/7).

Acara yang dikemas dalam kegiatan Pesta Rakyat diikuti ratusan peserta jalan sehat usai diselenggarakan senam sehat Minggu pagi. Selain melepas jalan sehat, Bupati bersama Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dan Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Erni Widyawati Tasdi juga membagi 500 paket sembako murah di stand Pasar Murah Hari Koperasi. Pada kegiatan itu, para peserta jalan sehat juga mendapatkan kupon kuliner gratis.

Bupati melanjutkan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan misi ke lima yakni membangun dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan, koperasi harus berbeda dibanding kondisi dan pertumbuhan koperasi pada masa lalu. “Koperasi sekarang harus lebih maju, jangan koprat kapret ora isi, namun meski koprat kapret tetapi berisi. Baik kegiatan dan aktifitasnya, juga harus berisi manfaatnya. Artinya koperasi harus ada efeknya untuk mensejahterakan rakyat Purbalingga,” jelasnya.

Demikian juga dengan UMKM yang saat ini jumlahnya mencapai 123.000. Keberadaanya juga harus terus didorong dan diberdayakan untuk menggerakan ekonomi rakyat. Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkab, khususnya mulai kepemimpinan Bupati Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, melalui program Bela Beli Purbalingga. “Kalau mau membela Purbalingga ya kita semua harus mau membeli produk-produk Purbalingga. Ini akan terus kit kampanyekan agar seluruh rakyat Purbalingga cinta produk Purbalingga sendiri,” katanya.

Menurut Bupati, kabupaten Purbalingga sudah memiliki sejumlah produk yang berkualitas hasil karya para pegiat UMKM Purbalingga. Seperti produk batik khas Purbalingga, kuliner Purbalingga, air minum Banyuku dan lainnya. “Kita sudah punya batik Pesona Goa Lawa yang sudah dipakai para pegawai pemda setiap hari Kamis. Nanti akan terus kita gerakan untuk digunakan oleh anak-anak sekolah dan karyawan PMA minimal seminggu sekali pakai batik,” katanya.

Pemkab Purbalingga juga sudah menerapkan kebijakan pemanfaatan produk kuliner Purbalingga dalam setiap kegiatan rapat dan jamuan pemkab. “Snack untuk kegiatan rapat harus pakai produk kuliner Purbalingga termasuk air minumnya kita sudah punya Banyuku. Kalau kita ingin mandiri harus dimulai dengan membela produk-produknya kita sendiri,” tandasnya.

Bupati menambahkan, untuk mewujudkan koperasi dan UKM yang maju dalam berperan mewujudkan kesejahteraan rakyat, membutuhkan kerjasama, kerja cerdas dan kerja keras dari berbagai stakeholder yang ada di kabupaten Purbalingga. Bupati berharap, peringatan hari koperasi bukan sekedar seremonial namum memiliki esensi untuk bagaimana kegiatan peringatan mampu menggerakan orang untuk bergerak bersama mewujudkan tujuan bersama.

Rencananya, puncak peringatan Hari Koperasi berupa kegiatan Upacara Peringatan Hari Koperasi akan dilangsungkan pada Senin (17/7) di halaman Pendopo Dipokusumo Purbalingga. (PI-4)

Komentar

komentar