Purbalingga, Koperasi Serba Usaha (KSU) Perwira Setda Purbalingga didesak untuk melakukan pengembangan usaha. Selama ini KSU Perwira hanya melayani simpan pinjam dan usaha fotocopy di lingkungan kantor sekretariat daerah. “Selama ini koperasi melayani simpan pinjam dan fotokopi saja, padahal di lingkungan Setda Purbalingga ada yang belum dipenuhi, yakni kantin. Nah, kalau koperasi bikin kantin, koordinasi dengan Bagian Umum, dicarikan tempat satu ruangan yang representatif untuk ngaso. Itu kan bisa jadi usaha baru. Saya tahun lalu juga sudah menyampaikan agar  KSU Perwira mengembangkan usaha, yang saya sampaikan sama, yakni kantin,” ungkap Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Purbalingga, Drs. Agus Winarno M.Si., saat sambutan pada acara RAT KSU Perwira di Pendopo Dipokusumo, Selasa (25/01/2022).

Dikatakan, Koperasi Perwira memiliki uang mengendap (idle money) senilai Rp. 2 miliar. Dana milik 368 anggota ini dapat diputar agar berkembang. Pengembangan usaha yang akan dilakukan dapat dibahas dalam Rapat Anggota Perencanaan tahun 2022.

Desakan dan masukan untuk pengembangan usaha juga datang dari anggota lain dalam usulan tertulis maupun langsung, dimana usulan tersebut mengharapkan adanya pengembangna usaha baru dari KSU Perwira.

Ketua KSU Perwira, Agung Widiarto, S.E., M.Si. menanggapi usulan dari Asisten Ekonomi Pembangunan dan sejumlah anggota lain yang mengharapkan adanya pengembangan usaha. Pihaknya bersama pengurus baru periode 2022-2025 akan berupaya merealisir usulan tersebut, yakni usulan kantin dan semacam minimarket. “Kami akan mengakomodir usulan dari teman-teman, utamanya terkait pendirian kantin dan Perwira Mart, kita akan kaji lebih mendalam, kita akan bahas bersama pengawas. Semoga dapat terealisasi di kepengurusan kami, masa bakti 2022 -2025 ini.” ungkapnya.

Dijelaskan, usaha KSU Perwira dalam dua tahun terakhir ini mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Dampak pandemi pada sektor keuangan tidak hanya di perbankan, namun juga dialami oleh koperasi. “Ternyata Koperasi Perwira juga turut terdampak dengan adanya pandemi covid-19. Dampak ini dialami pada sisi pemberian kredit. Untuk penyaluran kredit hanya mampu mencapai 80% dari target pinjaman.” jelasnya.

Sementara Pengawas KSU Perwira, R. Budi Setiawan, S.E., M.Si. mengatakan koperasi memiliki aset lancar senilai Rp 6,5 miliar lebih dan beredar di anggota senilai Rp. 3,6 miliar. Pinjaman tersebut hanya dinikmati oleh 83 anggota dari 356 anggota. Terkait idle money senilai Rp. 2,2 miliar menjadikan pengurus sangat berhati-hati dalam penggunaannya. Terkait usulan pengembangan usaha, sudah dibicarakan namun terhantam pandemi covid-19.

 

“Mudah-mudahan covid cepat berlalu, harapannya rencana pengembangan usaha yang sudah ada dapat dijalankan. Dan tentu harus tetap berhati-hati. Karena perkembangan koperasi diluar KSU Perwira banyak yang bertumbangan.” paparnya. (umg/humaspurbalingga).