61 Penderita Thalassemia Terima Bantuan

PURBALINGGA – Sebanyak 61 orang penderita Thalassemia menerima bantuan dari Pemkab Purbalingga, Selasa (15/1/2019) di Ruang Rapat Ardi Lawet Sekretariat daerah (Setda) Purbalingga. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purbalingga, Eni Sosiatman SSos mengatakan bantuan ini bertujuan untuk membantu meringankan para penderita dan keluarganya dalam hal pembiayaan pengobatan.

Selain itu juga untuk memberikan dukungan moril kepada penderia Thalassemia agar semangat dan tidak putus asa. “Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 1,8 juta dari APBD Kabupaten,” kata Eni.

Sementara Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menjelaskan, Thalassemia adalah penyakit kelainan darah dengan hemoglogin (HB) sedikit karena faktor genetic. Untuk bisa mempertahankan kesehatanya mereka harus transfusi darah rutin, sehingga menjadi beban tersendiri.

“Kami atas nama pemerintah mohon maaf karena belum bisa memberikan fasilitasi atau pelayanandengan maksimal. Oleh karenannya sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kami berikan bantuan, mungkin bantuan ini nilainya tidak seberapa akan tetapi setidaknya bermanfaat meringankan pengobatan,” katanya.

Ia juga menyampaikan, di Purbalingga sudah dibentuk Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI). Melalui perhimpunan itu diharapkan para orang tua dari para penderita untuk bisa saling menguatkan, saling mmeberikan dukungan dan sharing agar orang tua tidak merasa sendiri karena ternyata banyak orang yang merasakan hal serupa.

“Kami doakan para orangtua yang anaknya menderita Thalassemia agar diberikan kesehatan, kekuatan lahir batin untuk mendampingi putra putrinya. Percayalah jika ini dijalani dengan ikhlas Inshaallah, Allah akan memberikan bantuan dan kemudahan-kemudahan,” katanya.

Sementara itu Ketua Popti Kabupaten Purbalingga, Ahmad Hamid Supriyono SE mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan penderita. Melalui bantuan tersebut ia berharap bisa memberikan semangat berobat kepada anaknya agar bisa mempertahankan BH yang memadai.

“Sehingga para penderita tetap menjadi anak-anak yang berkualitas dalam hidupnya. Kepada orang tua penderita, mudah mudahan amanat dapat kita laksanakan sebaik baiknya mudah mudahan ini adalah sebagai ladang ibadah bagi kita,” katanya.(Gn/Humas)

Komentar

komentar