Kaum Muda Purbalingga Dapat Wejangan KH. Akhmad Muwafik

PURBALINGGA- Kaum muda milenial saat ini, kebanyakan menjadikan media sosial sebagai gurunya karena apa yang ingin diketahui akan dengan mudahnya dicari dengan bertanya kepada media sosial. Namun kaum muda harus memahami, belajar haruslah pada guru karena tanpa asuhan guru, akan membawa keilmuan yang didapatkan menjadikanya konslet, dan fatal akibatnya.

Hal itu disampaikan KH. Ahmad Muwafik saat mengisi pengajian dalam rangka Peringatan hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 93 tingkat Kabupaten Purbalingga di alun-alun Purbalingga. “Kaum milenial saat ini kebanyakan berguru pada media sosial, dan bahkan saat ini belum ada kyai besar yang mampu menandingi tinggi dan luar biasa luasnya keilmuan dari guru bernama syaikhul gugli,” katanya, Senin (04/02).

Media sosial yang yang disebut KH. Muwafik sebagai kyai gugel ini, menjadikan anak muda milenial tidak mau diasuh pengasuhnya termasuk dalam urusan agama, dimana kita seharusnya hidup dalam asuhan ulama namun tidak mau lagi hidup dengan tata cara yang diajarkan oleh para ulama, karena saat ini bisa mengakses ilmu secara langsung kepada sumber Qur’an dan sunah.

“Maka melalui peringatan harlah ini, NU kembali menegaskan akan tetap mengasuh manusia para umat Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam setelah jamannya para Sahabat dengan tata cara ulama,” katanya.

Kepada khususnya kaum muda Purbalingga, KH. Muwafik meminta generasi muda untuk dapat menjaga warisan leluhur bangsa yaitu kerukunan, persatuan dan kesatuan yang dimulai saat masih berdiri kerajaan-kerajaan besar di Nusantara. Pada saat itu menurutnya, antara pemeluk agama telah saling menghormati pemeluk agama lainnya dan kerukunan beragama yang membawa kebesaran suatu kerajaan tersebut sehingga mampu menaklukkan berbagai Negara di seantero dunia.

“Kita lahir dari bangsa besar, dari Kutai Kertanegara, Singasari sampai dengan Majapahit yang mampu menguasai sepertiga dunia. Warisan budaya kita adalah warisan tertinggi dari seluruh budaya di dunia, bangsa lain hanya mampu memproduksi alat musiknya dari kayu, kulit dan tali seperti gitar di Eropa, namun bangsa ini dahulu sudah mempunyai gamelan yang terbuat dari logam. Bangsa yang memiliki ilmu metalorgi logam sempurna adalah bangsa besar dan hanya kita yang memiliki peradaban tinggi tersebut yaitu bangsa Indonesia,” kata KH. Muwafik. (t/ humpro2019)

Komentar

komentar