PURBALINGGA, INFO- Sebanyak 900 ribu kendaraan diprediksi akan masuk ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada mudik Idul Fitri 1443 H. Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat acara vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemkab Purbalingga, Jumat (1/4/2022) di lapangan Desa Jompo, Kalimanah.

Ganjar mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengisyaratkan pelonggaran pada musim mudik tahun ini. Ganjar berpacu pada laporan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bahwa akan ada sekitar 900 ribu kendaraan yang masuk Jawa Tengah pada musim mudik kali ini.

“Presiden sudah mengisyaratkan akan adanya mudik pada Idul Fitri kali ini. Diperkirakan 900 ribu kendaraan akan masuk Jateng,” katanya.

Ganjar menambahkan, pemudik asal Jateng datang dari tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Dirinya memprediksi lalu lintas akan kembali seperti tiga lalu sebelum adanya Pandemi Covid-19 sehingga perlu adanya antisipasi lonjakan Covid-19 khususnya di Jateng.

“Kita harus antisipasi salah satunya dengan vaksinasi sehingga persebaran Covid-19 di Jateng tidak terjadi ledakan,” imbuhnya.

Ganjar menuturkan, capaian vaksinasi di Jateng untuk dosis pertama adalah 92 persen, dosis kedua 81 persen dan dosis ketiga atau booster 11 persen. Ganjar meminta agar vaksinasi semakin digencarkan sehingga Jateng tidak menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

“Saya berterima kasih ini kepada Bu Tiwi (Bupati Purbalingga) yang telah menyelenggarakan vaksinasi termasuk dengan inovasi-inovasi,” tuturnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjelaskan bahwa acara vaksinasi tersebut dirangkaikan dengan berbagai acara seperti pasar murah sembako dan juga pengundian hadiah motor untuk peserta vaksinasi. Paket sembako murah yang berisi minyak goreng, gula dan lainnya tersebut mampu menyedot minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

“Ada sekitar 870 paket sembako murah. Kami harap cara tersebut mampu mencapai target vaksinasi booster yang masih sekitar 6 persen dari target 35 persen,” pungkasnya. (LL/Kominfo).