PURBALINGGA  –  Dalam rangka menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi dalam rangka program-program jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga antara para pengusaha, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga mengadakan senam bersama. Kegiatan yang dikemas daalam acara Coffe Morning dilaksanakan di halaman Pendapa Dipokusumo Jumat (3/6) juga bertujuan mengkomunikasikan berbagai program unggulan pemerintah kabupaten yang akan segera dilaksanakan dan  diluncurkan.

“Paling tidak kalau hal tersebut  disosialisasikan dengan baik, harapannya,  ibu para pengusaha bisa ikut berperan aktif untuk mendukung kegiatan atau program-program yang sangat menyentuh serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khusunya amsyarakat miskin atau keluarga tidak mampu,”tutur Kepala Kantor Penaman Modal Dan Perijinan Terpadu (KPMPT) Kabupaten Purbalingga Mukodam.

Mengingat  daya dukung Anggaran Penerimaan Dan Belanja Daerah (APBD) terbatas, kata Mukodam, sehingga peran serta sektor pengusaha/swasta diperlukan  dalam mendukung program-program yang dirasakan sangat menyentuh karena di Purbalingga masih banyak masyarakat belum memiliki penghidupan yang layak, baik papan, ekonomi maupun pendapatan.

Mukodam juga mengapresiasi peran serta pengusaha yang sudah  berkiprah menjalankan operasioanl operasional di Purbalingga , sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Mukodam berharap, dengan kepemimpinan Bupati Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi  di Kabupaten Purbalingga agar  iklim invesati di Purbalingga terjaga dengan baik.

“Ini semua berkat dukungan para penguasaha yang ada dengan jajaran pemkab Purbalingga, sehingga kedepan dengan kepemimpinan bupati dan wabup, dengan kebijakan-kebijakan investasi kedepan akan memberikan peluang,  teruatama untuk perluasan dan pengembangan bagi investor baru. Selain itu, juga akan semakin banyak  investor,”ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Purbalingga mengungkapan kekecewaanya atas ketidak hadiran beberapa pengusaha dari jasa konstruksi. Kegiatan coffe morning yang mengundang semua  pengusaha, baik dari Asosiasi Pengusaha Seluruh Indonesia (APINDO) Purbalingga, serta rekanan dari  Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) Purbalingga dan Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) Purbalingga, hanya dari Apindo yang datang memenuhi undangan. Menurutnya, kegiatan yang sudah direncanakan cukup lama  tersebut semestinta tidak hanya untuk hiburan semata, namun ada beberapa substansi yang akan dipecahkan bersama serta substansi  yang ingin dikontribusikan untuk Purbalingga.

Bupati meminta, agar semua kegiatan harus diketahui outputnya, karena semua kegiatan sudah dianggarkan dalam APBD, termasuk kegiatan coffe morning yang tengah dilaksanakan, sehingga kegiatan tersebut membawa manfaat dan tidak sia-sia. Bupati juga meminta agar koordinasi antar instansi dan pihak terkait harus benar-benar cermat. 

“Saya mohon dengan hormat jangan sembarangan, kenapa bisa terjadi seperti ini, ini  koordinasinya bagaimana. Kalau kegiatan belum siap ngga usah pake acara, kita ketemu biasa saja,”ucapnya.

Terkait dengan ketidakhadiran pengusaha dari jasa konstruksi, bupati juga meminta kepada Penjabat Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Bagian Perekonomina dan KPMPT agar membenahi manjemennya, khususnya pelaksaan kegiatan rapat atau pertemuan. Bupati juga berharap, agar para pengusaha tidak beranggapan bahwa setiap undangan dari pemkab akan meminta sumbangan, namun pihaknya akan meminta pendapat dari para pengusaha dan kerjasama hubungan atau simbiosis mutualisme.

“Jadi (pengusaha red) jangan hanya datang ketika ada masalah, kalau ada perluasan minta begini minta begitu. Jangan hanya datang kalau butuh saja, akan tetapi kita harus bersama-sama diskusi menyelesaikan permasalah di Purbalingga, kenapa dahulu investasi bagus (melonjak)  tapi sekarang menurun, saya kepengin tahu apa penyebabnya,”tuturnya .

Kalau seperti ini, sambung bupati, bagaimana Purbalingga akan keluar dari permasalahan kemiskinan, karena para petingginya serta  pengusahanya tidak ada kepeduliannya terhadap permasalah yang dihadapi. Menurutnya, pihaknya bersama wabup berkeinginan agar Purbalingga keluar dari jerat kemiskinan, sehingga para pejabat dan pengusaha diminta terketuk hatinya. Saat ini Kabupaten Purbalingga kemiskinannya menduduki ranking satu di Eks Karesidenan Banyumas dan nomor lima se-Jawa Tengah

“Saya dan bu Tiwi, punya keinginan bagaimana agar  Purbalingga keluar dari jerat  kemiskinan. Apa tidak malu jadi pengusaha, jadi pejabat di Purbalingga kalau daerahnya kemiskinan nomor satu di Karesidenan Banyumas dan nomor 5 se-Jawa Tengah, mestinya harus terketuk hatinya,”tuturnya.(Sukiman)