PURBLINGGA, HUMAS – Proyek-proyek pembangunan yang dibiayai Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd), sangat disanjung oleh Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM. Diibaratkan Wabup, kondisi hasil PNPM MPd hampir 100 % memuaskan. Bahkan Wabup Sukento sering membandingkan hasil pekerjaan PNPM MPd dengan proyek yang ditangani oleh kontraktor.
 
“Namun saya sekarang jadi banyak bertanya, karena saya menemukan satu proyek yang saya resmikan ternyata sudah mbrudul. Wis bodol. Fotonya bagus, tapi ternyata hasil foto saat baru jadi,” ungkap Wabup saat meresmikan proyek-proyek hasil PNPM MPd di desa Majasari kecamatan Bukateja, Kamis (15/3).
 
Sebelumnya, Wabup meresmikan proyek PNPM MPd di desa Karangtengah, Kemangkon. Seperti biasa, Wabup melakukan tanya jawab dengan sejumlah kades dan ketua UPK. Saat berdialog dengan kades Majatengah Sarkono, Wabup menanyakan jumlah campuran pembangunan jalan rabat beton yang ada di desanya. Sang kades menjawab campuranya 1 : 7, sementara yang di meja sampingnya  memberikan kode kalau campurannya 1 : 4.
 
”Saya tahu ada ketidakjujuran. Kalau tidak jujur, pasti ada apa-apa. Karenanya saya mengajak rombongan untuk melihat proyek itu. Ternyata filling saya benar,” katanya.
Proyek pembangunan jalan rabat beton di desa Majatengah dengan volume 855 x 2,4 m2 didanai PNPM MPd Rp 97,6 juta. Swadaya yang mampu dihimpun mencapai Rp 7,4 juta. Kondisi jalan itu, saat ini mengalami kerusakan hampir sepanjang 150 meter. Sedangkan sisanya masih tergolong baik.
 
Adanya proyek PNPM MPd yang kualitasnya kurang baik, Wabup meminta para camat dapat selalu memantau pelaksanaan proyek yang ada di wilayahnya. Menurut Wabup, selama ini proyek PNPM menjadi proyek yang bisa dibanggakan. Karena harganya murah, dukungan warga besar dan kualitasnya bagus. ”Jangan sampai proyek yang dikerjkan sendiri oleh warga dan dinikmati sendiri, hasilnya tidak berumur panjang,” pesannya.
 
Beri Hadiah
Wabup Sukento tak segan-segan memberikan reward atau penghargaan kepada pelaku PNPM MPd yang telah menunjukan kinerja baik. Salah satunya diberikan kepada UPK Kecamatan Kemangkon yang dinilai sangat baik dalam pengelolaan SPP. Kecamatan Kemangkon menjadi satu-satunya UPT yang memiliki tunggakan kredit paling kecil yakni hanya Rp 1,8 juta. Hadiah lainnya, diberikan kepada kades Kedungbenda yang dinilai sangat mengerti kondisi proyek didesanya.
 
”Pak Camat, tolong nanti diingatkan ya. Mbok saya lupa. Nanti dikira ingkar janji,” katanya.
Di kecamatan Kemangkon, Wabup meresmikan Lumbung Desa Barokah dan menyerahkan secara simbolis dana sosial sejumlah 458 paket. Dana sosial hasil surplus UPK diberikan kepada siswa SD/MI dan SMP/MTs, masing-masing siswa menerima paket tas sekolah senilai Rp 100 ribu.
 
”Peresmian hasil proyek PNPM MPd di kecamatan Kemangkon dan Bukateja adalah peresmian hari terakhir. Setelah sebelumnya dilakukan roadshow peresmian PNPM MPd tahun 2011 secara marathon di 15 kecamatan se-Purbalingga,” jelas Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Purbalingga, R Imam Wahyudi SH MSi. (Humas/Hr)