Aroma kuah santan yang menggoda. Gurihnya perkedel yang digoreng kering sebagai taburan, berbunyi kriyik…kriyik…begitu dikunyah, membuat Soto Kriyik selalu digemari.

Apalagi jika ditambah satu butir telor rebus dan jeroan. Wow…mantap!

Purbalingga memang kaya aneka soto khas. Selain Soto Misdar, Soto Jatisaba, Soto So Bojong, ada lagi soto yang wajib dicoba. Namanya, Soto Kriyik Bu Karsini. Disebut Soto Kriyik, karena ada perkedel  yang  digoreng  kering  sehingga  ketika  dikunyah berbunyi “kriyik”. Dan Bu Karsini, penemu resep soto lezat ini.

Untuk menikmati semangkuk lezatnya Soto Kriyik Bu Karsini, cukup datang saja ke warung Soto Kriyik  milik Julastri (47) di Jalan MT Haryono Kelurahan Karangsentul. Sebelumnya lokasi warung sempat berpindah-pindah. Pertama kali berada di kompleks Pasar Lama di Jalan Ahmad Yani, lalu ke Pasar Segamas dan kini menetap di Jl. MT Haryono.

“Setelah pindah dari Pasar lama ke Segamas, warung sepi pembeli. Waktu itu, saya memang sudah buka cabang disini juga (Jl MT Haryono-red). Setelah dipikir-pikir, lebih baik yang Segamas saya tutup, jadi fokus jualan disini saja,” ujar Julastri, anak kesebelas almarhumah Ibu Karsini.

Setelah Ibu Karsini meninggal tahun 2007 di usia 70 tahun, sebenarnya ada beberapa putrinya yang berjualan soto selain Julastri. Ada yang berada di Jl A Yani dan di Kompleks Pertokoan Selabaya. Tapi karena masing-masing memiliki kesibukan, satu per satupun memilih mundur.

“Ada ipar saya yang jualan di Karangsari Purwokerto dan keponakan saya yang belum lama buka di Desa Grecol. Namanya sama, Soto Kriyik Bu Karsini, karena memang resepnya sama,” jelas ibu dua orang anak ini.

Julasti mengatakan ibunya memulai berjualan Soto Kriyik sudah sejak tahun 1960-an, sebelum dia lahir. Itupun sebenarnya hanya meneruskan usaha neneknya, atau ibunda dari Bu Karsini.

“Itu usaha turun temurun. Hanya saja, setelah dipegang ibu saya, soto ini makin laris. Mungkin ada resep tambahan lain yang membedakan antara masakan soto ibu dengan embah (nenek-red),”imbuh perempuan yang ramah dan murah senyum ini.

Sebenarnya, bahan Soto Kriyik Bu Karsini hampir sama dengan soto khas Banyumasan umumnya. Ada irisan ketupat, kecambah kacang ijo, daun bawang, remasan kerupuk dan juga  sambal  kacang. Keistimewaannya terletak pada perkedel goreng kering yang menjadi taburan di atas soto siap saji. Selain itu, bumbu pada kuah santannya memang lezat dan mantap.

Salah satu pembeli, Agustyawan (70) dari Purwokerto mengaku sudah langganan Soto Kriyik Bu Karsini sejak masih bujangan. Saat itu yang berjualan Bu Karsini sendiri di Kompleks Pasar Lama. Hingga kini, setiap ke Purbalingga, pria keturunan Tionghoa ini tak pernah absen untuk sekadar mencicipi Soto Kriyik Bu Karsini yang ngangeni.

“Kadang-kadang, saya dan istri sengaja datang ke Purbalingga untuk makan soto ini. Saya sudah menjadi langganan sejak yang jualan itu Bu Karsini sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya pelanggan fanatik yang ingin selalu datang menikmati soto kriyik ini. Bobby (23), salah satu anggota rombongan Paguyuban Sepeda Motor dari Klaten yang tidak sengaja mampir, juga mengaku merasakan nikmatnya sajian khas ini.

“Rasanya nyam-nyam banget. Saya belum pernah makan soto yang seperti ini. Recommended banget dah pokoknya,” ujar remaja bergaya funky ini disambut celoteh teman-temannya yang juga mengaku ingin menjajal Soto Kriyik Bu Karsini lagi jika lewat Purbalingga.

 

Julastri membagi Soto Kriyiknya dalam empat varian, yaitu Soto Biasa, yakni soto kriyik tanpa tambahan telor atau jeroan, dibanderol seharga Rp 9.000. Jika Soto plus Telor Rebus harganya menjadi Rp 11.000, begitu pula jika Soto plus Jeroan juga Rp 11.000. Nah, untuk yang ingin rasa yang mantap, bisa memilih Soto Komplit, yati Soto Kriyik plus Telor dan Jeroan. Harganya hanya Rp 12.000. Cukup terjangkau, kan?

Warung Soto Kriyik milik Julastri buka sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Tapi, seringkali tidak sampai pukul 17.00 WIB, sotonya sudah habis. Menurut perempuan berkerudung ini, dalam sehari rata-rata dia bisa menjual sekitar 80 hingga 100 mangkok soto. Dan itu bisa berlipat saat musim lebaran. Nah, penasaran kan? Makanya, jangan tunda lagi, segera saja meluncur ke Jl MT Haryono. Kalau dari Alun-alun Purbalingga, yang mau ke arah Purwokerto lewat Padamara, hanya sekitar 800 meter dari SMA N 1 Purbalingga. (*)