paskah-web

PURBALINGGA, HUMAS – Perayaan ibadah Kebangkitan Tuhan Yesus atau Paskah di sejumlah Gereja di Purbalingga berjalan dengan tenang dan damai. Kondisi ini terlihat di beberapa gereja yang menyelenggarakan kebaktian malam Paskah pada Sabtu (7/4) malamdan beberapa gereja lainnya yang mengadakan kebaktian Paskah pada Minggu (8/4) pagi.

Pantauan di lapangan, Minggu (8/4) kebaktian Paskah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga dilaksanakan satu kali mulai pukul 08.00 WIB. Sekitar 2.000 umat Kristen sudah terlihat memadati gereja itu sejak pukul 07.00 WIB. Aparat kepolisian berseragam maupun berpakaian preman juga terlihat berjaga-jaga mengamankan ibadah tersebut.

Kebaktian Paskah dipimpin oleh Pendeta David Widi Prasetyo, Sm.Th dari GKJ Klampok Banjarnegara. “Tema perayaan Paskah tahun ini adalah ‘Aku Telah Melihat Tuhan’ berdasarkan Injil Yohanes Bab 20 ayat 1 sampai 18,” kata Pendeta David.

Menurut Pendeta David, Paskah adalah tanda kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut. Tanda bahwa kuasa Tuhan mampu mengalahkan hal yang begitu mengerikan dan menakutkan. Karena itu Paskah adalah tanda kemenangan Allah mengatasi kelemahan dan keterbatasan manusia. “Ini adalah berita yang membawa penghiburan dan kekuatan, khususnya bagi manusia yang menghadapi berbagai pergumulan dan kesulitan hidup,” kata David.

‘Aku Telah Melihat Tuhan’ (Yoh. 20:18), lanjut Pendeta David, adalah kata-kata Maria Magdalena ketika berjumpa dengan Tuhan Yesus yang bangkit. Ketakutan, kekuatirannya sirna ketika berjumpa dengan Kristus. Berita itu juga yang disampaikan Maria Magdalena kepada para murid. Aku telah melihat Tuhan! Ada rasa bahagia dalam kalimat itu. Berita bahagia itu sejatinya merupakan berita kedua yang dibawanya hari itu.

“Inilah yang saya maksud dengan frasa mengalami kebangkitan Tuhan. Maria tidak hanya melihat, tetapi dia juga bercakap-cakap dengan Tuhan, bahkan Yesus sendiri yang memerintahkannya untuk pergi membangun iman para murid lainnya,” ujar David.

Peristiwa kebangkitan itulah yang membuat Maria pergi dengan penuh semangat dan berkata, ”Aku telah melihat Tuhan!” Dengan cara demikian, Maria pun ingin semakin banyak orang yang mempercayai, dan akhirnya mengalami, kebangkitan Tuhan.

Pertanyaannya sekarang, lanjut Pendeta David, ‘Apakah kita sungguh-sungguh telah melihat Tuhan? Jika ya, apakah kita sungguh-sungguh mengalami Tuhan yang bangkit itu dalam kehidupan kita? Jika ya, apakah kita telah pergi dan berkata kepada sesama kita tentang kebangkitan Tuhan itu?”

Persoalan pertama dan utama ialah apakah kita sungguh-sungguh telah mengalami kebangkitan Tuhan dalam hidup kita? Artinya apakah kita juga bercakap-cakap dengan Tuhan. Apakah Tuhan yang bangkit itu sungguh hidup dalam diri kita. Ini bukan hanya soal pikiran, tetapi juga hati. Percaya bukan hanya soal akal, tetapi juga budi. “Dan itu berarti ada perubahan dalam diri kita. Maria berubah! Dan kita seharusnya –yang telah mengalami kebangkitan Tuhan pun–berubah!,” ujar David.

Usai menyampaikan kotbahnya, pendeta David juga melakukan pelayanan baptis kepada dua orang anak masing-masing Yovela Joy Kinasih (putri Keluarga Bayu Argo Sulistianto), dan Citra Pratiwi Imanuella (putri Keluarga Emanuel Sarjanto). (Humas/y)