PURBALINGGA INFO – Menyusul bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet pada 23–24 Januari 2026, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bergerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendirikan dapur umum di kawasan D’Las Serang untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi dan relawan.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak Jumat malam, 24 Januari 2026. Sejak saat itu, dapur umum telah mendistribusikan logistik bagi warga terdampak dan para relawan yang terlibat dalam penanggulangan bencana. “Dapur umum ini mulai beroperasi tanggal 24 Januari malam dan sudah mulai mendistribusikan kebutuhan logistik bagi pengungsi dan relawan,” ujarnya.

Menurut Bupati, bantuan makanan disalurkan ke beberapa titik pengungsian, baik untuk warga terdampak maupun untuk relawan dari berbagai unsur yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan darurat. “Untuk para pengungsi ada di beberapa tempat pengungsian, lalu untuk relawan juga dan seluruh pihak yang turut serta membantu penanggulangan bencana,” jelasnya.

Dapur umum tersebut didirikan oleh Dinsospermasdes P3A Kabupaten Purbalingga dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari PKK, pemerintah desa, Forkopimcam, TNI-Polri, Pramuka, Baznas, PMI, hingga warga setempat. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan cepat.

“Jadi saling mensuport agar kebutuhannya tercukupi. Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang ikut serta membantu dapur umum ini sehingga dapat beroperasi dan membantu pengungsi serta relawan untuk mendapatkan kebutuhan. Insyaallah kebutuhannya tercukupi. Ini bentuk cepat tanggap berbagai pihak yang ada di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Berdasarkan laporan dari dapur umum pada Senin pagi (26/1/26), stok sembako dan bahan pangan di Dapur Umum D’Las masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Tim dapur umum juga telah menyiapkan ratusan porsi makanan bagi para pengungsi. Selain itu, dapur umum dari Polri turut beroperasi untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sekitar 350 warga Desa Kutabawa serta 150 relawan Polri yang bertugas di lokasi bencana.

Meski kebutuhan pokok relatif terpenuhi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat masih adanya sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk menunjang kehidupan para pengungsi dan kelancaran operasional dapur umum. Kebutuhan tersebut antara lain lauk pauk seperti daging, ayam, tempe dan tahu, bumbu dapur, buah-buahan, gas elpiji, makanan balita, tisu, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, pakaian dalam dewasa dan anak, susu formula anak, serta peralatan mandi dan peralatan makan minum.

Selain itu, masih dibutuhkan perlengkapan pendukung lainnya seperti perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak, peralatan dapur berupa kompor gas dan wajan, ember, baskom, termos air panas, bak air, serta pasokan air bersih. Untuk menunjang fasilitas kesehatan dan kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Permukiman (DLHPKP) Purbalingga juga telah mendirikan toilet portable di lokasi pengungsian.

Upaya cepat pemerintah daerah melalui pendirian dapur umum dan pelibatan berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang yang harus mengungsi dari rumah mereka, sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memperkuat penanganan bencana, baik dari sisi logistik, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan pascabencana. (dhs/Kominfo)