PURBALINGGA INFO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 sekaligus menggelar Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik di Aula Politeknik Madyatika, Rabu (4/2/26). Program ini menjadi upaya memperkuat kualitas data dari tingkat desa agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Purbalingga, Slamet Romelan, menyampaikan bahwa tahun ini program Desa Cantik akan dilaksanakan di tiga desa/kelurahan di Kecamatan Kalimanah, yakni Desa Bebakan, Desa Kalimanah Wetan, dan Kelurahan Kalikabong. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya menyasar satu desa setiap tahun sejak program dimulai pada 2021.
“Program ini bukan hanya administratif, tetapi langkah nyata untuk menempatkan desa sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semangat Satu Data Indonesia menuntut setiap kebijakan, termasuk di tingkat desa, harus berbasis data yang akurat dan mutakhir agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BPS akan memberikan pendampingan intensif guna meningkatkan literasi statistik aparatur desa, mulai dari pengelolaan dan standarisasi hingga pemanfaatan teknologi agar data lebih transparan dan mudah diakses.
“Aparatur desa dan kelurahan tidak hanya mengumpulkan data, mereka diharapkan mampu memahami, mengelola, hingga mendiseminasikan informasi secara benar. Selain itu, standarisasi data akan diselaraskan dengan standar nasional sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

BPS Kabupaten Purbalingga juga menyediakan layanan perpustakaan, rekomendasi statistik, serta konsultasi statistik guna membantu masyarakat dan pemangku kepentingan memperoleh informasi terpercaya. Selain itu, BPS menghadirkan aplikasi Sigma yang memungkinkan masyarakat mengakses data kapan saja melalui gawai dengan mengunduhnya di https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.bps.purbalinggakab.sigma.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Tri Gunawan Setiadi, yang hadir mewakili Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapabilitas statistik aparatur desa sehingga perencanaan pembangunan menjadi lebih terarah.
“Dengan meningkatnya literasi dan partisipasi statistik, kualitas data akan semakin komprehensif dan akurat sehingga kebijakan dan program benar-benar berbasis data dan riset,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan yang efektif hanya dapat terwujud jika didukung data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak perencanaan.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan piagam penghargaan dari Kepala BPS RI kepada Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, yang pada 2025 masuk delapan besar Desa Cantik terbaik di Jawa Tengah. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk memperkuat tata kelola data guna mendukung pelayanan publik dan pembangunan yang lebih tepat sasaran. (dhs/Kominfo)





