PURBALINGGA – Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengunjungi KB Mutiara Hati Kaligondang, Senin (4/5/2026). Kegiatan bertajuk “Tebar Cinta Bunda PAUD” ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak sejak usia dini sekaligus memperkuat fondasi tumbuh kembang mereka.

Kunjungan tersebut membawa misi penting dalam membentuk mental, perilaku, serta kebiasaan positif anak-anak. Melalui pendekatan yang hangat dan komunikatif, Bunda PAUD berinteraksi langsung dengan guru, serta peserta didik di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan itu, Syahzani Fahmi memberikan motivasi kepada anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berakhlak baik. Ia juga mengajak anak-anak untuk rajin belajar sejak dini.

“Adik-adik, kedatangan Bunda ke sini adalah untuk melihat langsung kegiatan pembelajaran. Adik-adik harus dibiasakan memiliki karakter yang baik, sehat, dan penuh semangat belajar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.

Dalam kesempatan tersebut, Syahzani Fahmi menyampaikan bahwa program “Tebar Cinta Bunda PAUD” merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa masa emas perkembangan anak harus dimanfaatkan secara optimal dengan stimulasi yang tepat.

Selain pemberian motivasi, kegiatan juga diisi dengan edukasi gaya hidup sehat bagi para murid. Anak-anak dikenalkan kebiasaan mencuci tangan yang benar serta cara menyikat gigi dengan baik sebagai bagian dari pembentukan pola hidup sehat.

Materi kesehatan tersebut disampaikan oleh DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga melalui drg. Raisa secara interaktif dan menyenangkan, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.

Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mempraktikkan langsung apa yang telah diajarkan, mulai dari cuci tangan hingga cara menjaga kebersihan diri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi Purbalingga yang sehat dan berkarakter demi masa depan. (GIN/Kominfo)