PURBALINGGA – Upaya Kabupaten Purbalingga mencetak atlet berprestasi terus diperkuat menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purbalingga melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pemusatan latihan atlet guna memastikan persiapan berjalan optimal menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua KONI Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan atlet sekaligus memastikan program pembinaan yang telah dijalankan selama ini memberikan hasil yang maksimal saat Porprov berlangsung.

Menurutnya, KONI Purbalingga telah membentuk Panitia Pelaksana (Panlak) dan Panitia Pengarah (Panrah) yang bertugas mengawal persiapan atlet dari berbagai cabang olahraga. Langkah tersebut dilakukan agar atlet mendapatkan pendampingan dan evaluasi yang berkelanjutan selama menjalani pemusatan latihan.
“Pada Porprov Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di Semarang Raya pada tanggal 24 hingga 31 Oktober mendatang, Kabupaten Purbalingga akan mengirimkan 257 atlet, pelatih, dan ofisial dari 30 cabang olahraga,” katanya.
Bersama Wakil Ketua Umum II KONI Purbalingga Juni Listianto dan Kepala Bidang Binpres KONI Purbalingga Sigit Syamsul, Budi meninjau langsung pelaksanaan training center cabang olahraga renang dan selam di Owabong Purbalingga, Selasa (9/6/2026) sore.

Ia menjelaskan, monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan mengukur kesiapan atlet, tetapi juga menjadi sarana memberikan motivasi agar para atlet mampu menjaga konsistensi latihan dan meningkatkan performa menjelang pertandingan.
“Motivasi, evaluasi, dan monitoring sangat diperlukan untuk mengukur sekaligus mengoptimalkan kemampuan atlet selama mengikuti training center. Kami ingin memastikan mereka siap menghadapi Babak Utama Porprov 2026,” ujarnya.
Ketua KONI Kabupaten Purbalingga menilai perkembangan atlet renang dan selam menunjukkan tren positif. Kesungguhan dalam menjalani latihan menjadi modal penting untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat Jawa Tengah.

Menurutnya, prestasi yang ditargetkan saat ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang. Selama tiga tahun terakhir, berbagai program pengembangan atlet telah dilakukan secara konsisten, mulai dari pemusatan latihan, peningkatan kualitas teknik, hingga uji tanding. Dulu tantangan yang dihadapi daerah adalah bagaimana menyiapkan atlet agar mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki sumber daya olahraga lebih besar. Karena itu pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan terukur. Harapannya, masyarakat Purbalingga bisa melihat lahirnya atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan atlet di Porprov bukan hanya tentang perolehan medali. Prestasi olahraga juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjalani aktivitas positif, membangun disiplin, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
“Semangat juang, disiplin, dan sportivitas menjadi pesan utama. Setiap latihan yang dijalani hari ini bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebanggaan masyarakat terhadap Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya. (GIN/Kominfo)



