PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah, seperti optimalisasi potensi pendapatan daerah maupun efisiensi belanja guna mendorong terwujudnya Purbalingga yang Mandiri dan Sejahtera. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Purbalingga, H Fahmi M. Hanif saat menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum (Pandum) fraksi DPRD Kabupaten Purbalingga, Kamis (25/6/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, H.R. Bambang Irawan, S.H. dan dihadiri oleh Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Sekretaris Daerah, 31 anggota DPRD, dan pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga. Dalam rapat tersebut, Bupati Fahmi juga berkomitmen APBD Kabupaten Purbalingga akan difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, pelayanan publik dan sumber daya manusia.

“Hal tersebut sudah dilaksanakan antara lain dengan pengalokasian anggaran belanja modal jalan, jaringan dan irigasi di tahun 2025 yang mencapai Rp. 84 miliar lebih,” ungkapnya.

Sebanyak 31 dari 50 anggota DPRD Kabupaten Purbalingga hadir dalam Rapat Paripurna, Kamis (25/6/2026)

Dia menambahkan, alokasi tersebut merupakan yang terbesar di Kabupaten Purbalingga sejak 7 tahun terakhir. Selain itu, menjawab adanya SILPA di tahun anggaran 2025 sebesar lebih dari Rp. 103 miliar, Bupati Fahmi menjelaskan bahwa Rp. 65 miliar lebih atau 63,08% dari SILPA tersebut merupakan SILPA terikat yang telah dialokasikan kembali dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2026 sesuai peraturan perundang-undangan.

Sedangkan SILPA bebas, lanjutnya, yakni sebesar lebih dari Rp. 38 miliar telah dialokasikan untuk APBD awal tahun dan APBD Perubahan tahun 2026. Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk melanjutkan program “Alus Dalane” guna mencapai terget indeks jalan mantap 90 persen di tahun 2027/2028.

Selain peningkatan kualitas jalan, Bupati Fahmi juga mengungkapkan bahwa Pemkab Purbalingga telah menambahkan Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) antara lain 11 titik di ruas Jembatan Wika, 6 titik di ruas Jalan Kejobong – Langgar, 8 titik di ruas Jalan Pengadegan – Bedagas, dan 75 titik tersebar di beberapa kecamatan. Pemeliharaan rutin juga dilakukan terhadap LPJU yang mati di beberapa wilayah.

Para pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga turut mendengarkan jawaban Bupati Fahmi atas Pandangan Umum fraksi DPRD Kabupaten Purbalingga

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas hasil pekerjaan, peningkatan kualitas jalan kabupaten melalui pengawasan berjenjang dan bertahap,” imbuhnya.

Bupati Fahmi menambahkan, guna memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, Pemkab Purbalingga telah menerbitkan Perbup Nomor 109 Tahun 2025 yang di dalamnya melibatkan program pembiayaan melalui lembaga filantropi. Terkait dengan pengisian jabatan Kepala Sekolah guna mengoptimalkan pendidikan, Pemkab Purbalingga telah melakukan penyeleksian.

“Dalam jangka pendek juga dilakukan redistribusi dan penataan guru agar lebih merata,” pungkasnya. (FH/Kominfo)