PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga filantropi, media, dan masyarakat bergotong royong dalam penanggulangan kemiskinan melalui Gerakan Purbalingga Gotong Royong yang didukung aplikasi Si Pinter (Sistem Informasi Pelaporan Intervensi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu).
Gerakan ini dirancang untuk menyatukan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan dalam satu sistem kerja. Melalui aplikasi Si Pinter, kebutuhan warga dapat dipetakan, bantuan dan pendampingan dari berbagai pihak dapat dikoordinasikan, serta perkembangan penanganannya dapat dipantau secara lebih transparan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, mengatakan Gerakan Purbalingga Gotong Royong bertujuan membangkitkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian sosial sebagai kekuatan bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut disampaikan saat soft launching Gerakan Purbalingga Gotong Royong dan aplikasi Si Pinter di Gedung OR Graha Adiguna, Selasa (21/7/26).
“Hal ini dimaksudkan untuk semakin menggelorakan budaya kita yang bernama gotong royong dan kepedulian sosial. Bagaimana seluruh komponen pemerintah di semua tingkatan, badan usaha, Baznas, PMI, lembaga filantropi, hingga masyarakat bergerak bersama mengerahkan segenap kemampuan untuk bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Menurut Suroto, Purbalingga Gotong Royong telah menjadi program prioritas Bupati Purbalingga dan direncanakan diluncurkan secara resmi pada Oktober 2026. Ia berharap gerakan tersebut menjadi ruang kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan berbagai bantuan kepada masyarakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta sejumlah badan usaha sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan tersebut menjadi gambaran awal sinergi yang akan terus dikembangkan melalui Gerakan Purbalingga Gotong Royong.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, mengatakan kemiskinan merupakan persoalan multidimensi sehingga tidak dapat ditangani oleh pemerintah sendiri. Di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting agar lebih banyak sumber daya dapat diarahkan untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, Gerakan Purbalingga Gotong Royong menghadirkan perubahan cara kerja penanggulangan kemiskinan, dari pendekatan sektoral menjadi kolaboratif, dari intervensi yang berjalan sendiri-sendiri menjadi terintegrasi, serta dari pencatatan manual menuju sistem digital yang berbasis data.

“Semangat utama program ini adalah mengubah pola kerja dari sendiri-sendiri menjadi bersama-sama, dari program berbasis perkiraan menjadi program berbasis data, serta dari sekadar penyaluran bantuan menjadi upaya graduasi masyarakat miskin,” ujar Herni.
Melalui aplikasi Si Pinter, berbagai kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, akses sanitasi, air bersih, pendidikan, layanan bagi penyandang disabilitas, hingga pemberdayaan ekonomi dapat dipadankan dengan dukungan dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, Baznas, LAZ, PMI, maupun lembaga sosial lainnya. Seluruh bantuan yang diberikan juga tercatat sehingga pelaksanaannya dapat dipantau dan dievaluasi bersama.
Sekda Herni berharap Gerakan Purbalingga Gotong Royong mampu menghadirkan penanganan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. “Di balik setiap angka kemiskinan terdapat warga, keluarga, anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas yang menunggu kehadiran kita. Karena itu, mari kita satukan data, satukan langkah, dan bergerak bersama melalui Purbalingga Gotong Royong,” pungkasnya.(dhs/Kominfo)






