PURBALINGGA INFO – Warga Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, didorong memperbanyak penanaman pohon di lingkungan permukiman dan kawasan perbukitan untuk membantu mengurangi risiko banjir dan tanah longsor. Langkah tersebut penting mengingat Tlahab Kidul berada di kawasan lereng dan dikelilingi perbukitan yang memiliki potensi bencana.
Sebanyak 250 bibit tanaman buah dan tanaman keras dibagikan untuk penghijauan di Desa Tlahab Kidul dan pekarangan warga dalam kegiatan Rabu Pon atau Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026). Penanaman pohon tersebut diharapkan membantu menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan gerakan menanam pohon menjadi penting karena persoalan lingkungan berkaitan langsung dengan potensi bencana yang dihadapi masyarakat. Terlebih, Purbalingga sempat mengalami banjir bandang cukup parah di Kecamatan Karangreja pada awal 2026.
“Desa Tlahab Kidul ini berada di dataran yang cukup tinggi dan dikelilingi perbukitan. Karena itu, penanaman pohon dan penghijauan di wilayah ini penting untuk membantu menjaga daya serap tanah dan mengurangi risiko banjir maupun tanah longsor,” kata Fahmi.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan pelaksanaan Rabu Pon di wilayah dengan potensi bencana besar menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi dilanjutkan dengan merawat lingkungan secara bersama-sama.
“Melalui Rabu Pon ini, kami ingin mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, terutama di daerah yang rawan bencana. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan bersama untuk mengurangi risiko banjir, longsor dan kekeringan,” ujarnya.

Selain penghijauan, Rabu Pon juga mendorong warga memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sebanyak 1.000 bibit nila, 3.000 bibit lele, 720 bibit cabai, 720 bibit terong dan 10 pasang ayam kampung dibagikan kepada masyarakat untuk dikembangkan sebagai sumber pangan.
Nawal mengatakan pemanfaatan pekarangan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan. Warga juga mendapat pelatihan budidaya ikan dalam ember yang diikuti 30 peserta. “Kalau lelenya sudah banyak, bapak ibu bisa menjual lele sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Nawal juga mendorong kader PKK memperkuat pemilahan sampah, memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk, mengumpulkan minyak jelantah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Nawal juga mengenalkan program “Jelantah Menjadi Rupiah” yang memungkinkan minyak jelantah yang dikumpulkan warga dikonversi menjadi nilai ekonomi. Program tersebut nantinya didukung sistem digital sehingga hasil pengumpulan jelantah dapat diketahui dan disalurkan menjadi nilai rupiah bagi warga.
Warga juga mendapat bantuan rehabilitasi lima unit RTLH, sembako, PMT untuk pencegahan stunting, pengobatan massal dan Cek Kesehatan Gratis. Sementara melalui layanan Mendoan Gratis secara jemput bola, tercatat penerbitan 88 KIA, 40 KK dan 46 KTP-el, serta tujuh perekaman KTP-el dan lima aktivasi IKD. Rombongan juga mengunjungi Posyandu 6 SPM dan PAUD di Desa Tlahab Kidul. (dhs/Kominfo)



