PURBALINGGA – Sebanyak 123 peserta mengikuti Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (DBHCHT) Tahap 2 dan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 yang diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Purbalingga. Tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 540 orang, sementara peserta yang diterima hanya 123 orang.

Kepala Dinperinaker Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin, mengatakan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut patut disyukuri karena tidak semua masyarakat yang berminat dapat memperoleh kesempatan yang sama. Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja cukup besar.

“Kalau ditawarkan, siapa yang ingin ikut pelatihan, banyak, setidaknya ratusan bahkan ribuan. Dan ternyata yang terseleksi untuk bisa mengikuti pelatihan hanya panjenengan semuanya. Itu adalah rezeki dari Allah,” kata Johan dalam pembukaan pelatihan.

Ia meminta para peserta mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh. Menurutnya, waktu dan pengorbanan yang dikeluarkan peserta harus menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar memperoleh sertifikat setelah pelatihan selesai.

“Jangan sampai pulang hanya dapat sertifikat, hanya dapat uang saku. Pastikan pengorbanan semuanya, meninggalkan keluarga, meninggalkan orang tua, itu jangan sampai menjadi sia-sia,” tegasnya.

Johan juga mendorong peserta mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengembangkan usaha dan memasarkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Sekarang wajib hukumnya usaha kita harus dimedsoskan. Jangan perlu malu-malu, jangan takut-takut. Profil kita, gambarnya produk kita. Yang jualan kue, profilnya diganti kue, yang jualan baju, diganti baju yang dijual. Yang ahli servis AC, ayo di-upload keterampilan kita,” ujarnya.

Selain mendorong pemasaran melalui media sosial, Johan juga meminta peserta membangun jejaring dengan sesama alumni pelatihan. Ia berharap peserta yang memiliki bidang keterampilan sama tidak melihat satu sama lain sebagai pesaing, tetapi sebagai mitra yang dapat saling mendukung ketika memperoleh pesanan.

“Sesama pebisnis, sesama pengusaha yang sama jenis produknya jangan dipandang sebagai pesaing, jadikan sebagai mitra. Siapa tahu teman saya kelebihan order, bisa dilimpahkan ke teman dalam satu grup, satu alumni,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Dinperinaker Kabupaten Purbalingga, Siti Latifah, dalam laporannya menyampaikan pelatihan yang dilaksanakan terdiri dari dua program. Pelatihan Berdasarkan Unit Kompetensi (DBHCHT) Tahap 2 terdiri atas kejuruan Merias Wajah dan Fillet Welder SMAW 2F PB dengan total 125 pendaftar dan 32 peserta yang diterima.

Sedangkan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 terdiri atas enam kejuruan, yakni Pembuatan Roti dan Kue, Asisten Pembuat Pakaian, Teknisi AC Residential, Service Sepeda Motor Sistem Injeksi, Practical Office Advance, dan Desain Grafis Muda. Dari 415 pendaftar, sebanyak 91 peserta diterima.

Pelatihan tersebut diselenggarakan secara gratis dengan peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, antara lain seragam, modul pelatihan, konsumsi, BPJS Ketenagakerjaan, bantuan uang transport, e-sertifikat, serta sertifikat BNSP bagi peserta yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji kompetensi. (an/komin)