PURBALINGGA INFO – Karang Taruna Kabupaten Purbalingga mendorong pemuda lebih aktif mengambil peran dalam kehidupan masyarakat, mulai dari membangun kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar hingga terlibat dalam kegiatan sosial yang dibutuhkan warga.
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Purbalingga Bambang Irawan mengatakan, organisasi kepemudaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, para pengurus perlu memperkuat kerja sama dan menjalankan peran sesuai struktur organisasi agar gerakan yang dilakukan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Organisasi ini bukan one man show karena kita memiliki tatanan struktural yang jelas, bukan sekadar gerombolan,” kata Bambang saat membuka Retret Karang Taruna Kabupaten Purbalingga 2026 di Objek Wisata Goa Lawa, Sabtu (10/10/26).

Menurut dia, komunikasi yang terjalin dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten menjadi modal penting untuk membangun gerakan pemuda yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui koordinasi tersebut, berbagai persoalan sosial di lingkungan dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti sesuai peran masing-masing.
Salah satu bentuk keterlibatan itu terlihat dari aktivitas Karang Taruna Kecamatan Kutasari yang mengadvokasi penerima bantuan sosial agar penyalurannya tepat sasaran. Peran tersebut menunjukkan bahwa pemuda dapat ikut berkontribusi dalam memastikan program bantuan menjangkau warga yang membutuhkan.
Untuk memperkuat kapasitas pengurus, Karang Taruna Purbalingga menggelar retret dan malam keakraban dalam rangka HUT ke-66 dan Bulan Bakti Karang Taruna Tahun 2026 pada 10–11 Oktober. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, membina mental, dan memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan organisasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinsospermasdes P3A Kabupaten Purbalingga Suroto mengapresiasi pembinaan tersebut. Ia berharap kegiatan itu mendorong pengurus semakin aktif menjalankan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pasca kegiatan retret ini, keberadaan Karang Taruna harus menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat dan bukan sekadar agenda seremonial belaka,” ujar Suroto.

Ketua Panitia Imam Yahdi menjelaskan, peserta juga mendapatkan materi penguatan organisasi, sosialisasi agen perlindungan sosial, dan diskusi hukum melalui talk show. Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan aksi bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, Karang Taruna diharapkan semakin mampu menggerakkan potensi pemuda untuk mengenali persoalan di lingkungannya, membangun kepedulian, serta bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mencari solusi.





