Purbalingga – Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang melanda Desa Sangkanayu, Desa Serang, dan Desa Kutabawa Purbalingga pada 23–24 Januari 2026 lalu. Pemerintah Kabupaten Purbalingga bergerak cepat untuk melakukan berbagai penanganan.

Selain itu, Kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang terus mengalir dari berbagai pihak. Sejumlah bantuan logistik disalurkan oleh berbagai sektor, di antaranya BNI 46, TP PKK Kabupaten Purbalingga, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, RSUD Goeteng Taroenadibrata, Dindagkop UKM, serta sejumlah partai politik, bagi warga terdampak bencana banjir bandang.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi korban banjir bandang yang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet. Seluruh bantuan diserahkan dan dipusatkan melalui Posko Tanggap Darurat Bencana di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, guna memudahkan distribusi secara merata dan tepat sasaran.

Bank BNI melalui program BNI Berbagi kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana. Bantuan ini merupakan penyaluran kedua yang dilakukan BNI di wilayah Banjarnegara, setelah sebelumnya menyalurkan bantuan di lokasi terdampak lainnya. Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Tanggap Bencana Desa Serang, Kecamatan Karangreja, pada Senin, 26 Januari 2026.

Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif, menyampaikan bahwa pihaknya telah membuka donasi dan mulai menyalurkan bantuan secara bertahap kepada warga terdampak.

“Alhamdulillah, kemarin kami dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga telah membuka donasi, dan hari ini dana yang terkumpul mencapai kurang lebih Rp25 juta. Alhamdulillah, sebagian bantuan sudah mulai kami distribusikan,” ujar Syahzani.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban yang berada di posko pengungsian. Pada tahap awal ini, TP PKK telah membelanjakan dana donasi untuk kebutuhan yang bersifat urgen.

“Hari ini kami sudah membelikan bahan-bahan sembako serta selimut yang memang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi. Dampak bencana ini cukup besar, tercatat lebih dari seribu jiwa terdampak, sehingga membutuhkan perhatian dan kerja sama dari semua pihak,” tambahnya.

Syahzani menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam membantu para korban bencana. Menurutnya, bantuan tidak hanya datang dari TP PKK, tetapi juga dari berbagai unsur lain, termasuk relawan dan organisasi kemasyarakatan.

Sementara itu, Area Head Kantor Wilayah 17 Bank BNI, Muhammad Hatta, menyampaikan bahwa total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp25 juta. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk susu, perlengkapan bayi, selimut, pakaian dalam, serta kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan warga terdampak.

Bantuan dikirim dan diserahkan langsung pada hari yang sama guna mempercepat penanganan darurat. Melalui program BNI Berbagi ini, BNI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan, sehingga warga dapat segera kembali beraktivitas seperti sedia kala.