Belajar Bersama Ceria Purbalingga menjadi pusat pembelajaran alternatif yang memiliki visi dan misi membangun lingkungan belajar yang inklusif, ceria, dan kreatif untuk membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Jauhari Efendi, salah satu penggagas Belajar Bersama Ceria di Purbalingga, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang pada mulanya digagas oleh Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., putra kelahiran Tambak Sogra, Banyumas, serta Brigjen TNI Tugino, S.Sos., S.H., M.M., putra kelahiran Kedungmenjangan, Purbalingga. Hingga saat ini terdapat 10 lokasi Belajar Bersama Ceria di seluruh Indonesia, dan Purbalingga menjadi lokasi yang ke-11. Ke depan, program ini juga direncanakan hadir di lebih banyak titik di Purbalingga maupun daerah lainnya.
“Kegiatan belajar ini sifatnya informal, bukan kegiatan belajar mengajar seperti kursus atau les. Yang penting ada dulu dan berjalan, lalu siapa saja bisa ikut mendukung baik tenaga maupun hal lainnya, karena anak-anak juga tidak dibebankan biaya alias gratis,” kata Jauhari pada kegiatan belajar perdana di RM Cempulek, Minggu (7/12/2025).

Belajar Bersama Ceria dirancang untuk melengkapi proses pembelajaran formal di sekolah melalui metode pengajaran yang kreatif, aplikatif, dan kontekstual. Suasana belajar dibangun agar nyaman, membebaskan, menyenangkan, dan ceria.
“Kita mendorong anak-anak untuk mencintai pelajarannya terlebih dahulu, terutama Matematika, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Agama. Karena menurut kami, Matematika dan Bahasa Inggris adalah dua mata pelajaran yang sering menjadi momok bagi anak-anak,” ujarnya.
Jauhari menambahkan, anak-anak tidak hanya belajar materi akademik, tetapi memahami Matematika dan Bahasa Inggris sebagai ilmu yang aplikatif, dekat, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Di sini kami tidak memberikan PR kepada anak-anak dan juga tidak membantu mengerjakan PR sekolah. Fokus kami adalah mendampingi mereka agar memahami pelajaran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Belajar Bersama Ceria Purbalingga akan dilaksanakan rutin setiap Rabu sore dan Minggu pagi di RM Cempulek, dan diperuntukkan bagi anak-anak jenjang SD dan SMP.
Ketika anak belajar dengan senang dan ceria, mereka lebih mudah memahami pelajaran dan menunjukkan prestasi. Dengan demikian, saat kembali ke sekolah, mereka akan lebih semangat dan percaya diri dalam mempelajari Matematika dan Bahasa Inggris.

Kegiatan perdana Belajar Bersama Ceria Purbalingga secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga, R. Budi Setiawan. Atas nama pemerintah, ia menyambut baik gagasan tersebut dan berharap dapat membantu anak-anak Purbalingga tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah.
“Terima kasih kepada seluruh pengajar, dan semoga kegiatan ini dapat diikuti oleh semakin banyak anak-anak kita,” ujarnya.




