PURBALINGGA INFO– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Finalisasi Pengumpulan Data Purbalingga Dalam Angka 2026 di Gedung Convention PM Collaboration, Selasa (3/2/26). Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan data statistik yang akan dirilis memiliki kualitas tinggi sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat, dunia usaha, akademisi, maupun pemerintah.

Statistisi Ahli Madya BPS Purbalingga, Gita Yudianingsih, menegaskan bahwa Purbalingga Dalam Angka merupakan salah satu publikasi yang paling dinantikan karena berisi beragam data strategis yang digunakan untuk berbagai kepentingan.

“Purbalingga Dalam Angka tidak hanya dimanfaatkan oleh pemerintahan, tetapi juga pihak swasta dan mahasiswa. Mahasiswa biasanya mencari data untuk penyusunan skripsi, pengusaha memanfaatkannya untuk pengembangan bisnis, sedangkan bagi pemerintah sudah pasti digunakan sebagai dasar perencanaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kualitas data menjadi faktor penentu ketepatan kebijakan. “Kalau digunakan sebagai perencanaan pemerintah, data yang digunakannya harus berkualitas. Kalau datanya tidak berkualitas, nanti perencanaannya juga akan kurang tepat,” kata Gita.

Untuk menjaga akurasi tersebut, BPS melakukan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari proses pencermatan data. Menurutnya, langkah ini diperlukan karena dalam pemeriksaan awal masih ditemukan sejumlah anomali, seperti lonjakan angka yang tidak wajar atau ketidakkonsistenan data antarperiode.

“Berdasarkan temuan-temuan tersebut, kami melakukan kegiatan ini dengan harapan Bapak Ibu bisa membantu memberikan penjelasan mengenai penyebab perubahan-perubahan yang terjadi. Kami berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menghadirkan data yang akurat dan berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kabupaten Purbalingga, Juni Andri Rahman, menyampaikan bahwa publikasi Purbalingga Dalam Angka 2026 dijadwalkan rilis pada 28 Februari 2026. Forum finalisasi ini difokuskan untuk mengonfirmasi data agar siap dipublikasikan.

“Forum hari ini untuk konfirmasi data Purbalingga Dalam Angka sehingga mudah-mudahan kegiatan kali ini bisa memberikan masukan sekaligus melengkapi data sebelum dirilis,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penyusunan publikasi tersebut melibatkan sekitar 50 instansi sebagai kontributor data, terdiri dari 22 organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Purbalingga, satu OPD Provinsi Jawa Tengah, 13 instansi vertikal, lima perguruan tinggi negeri dan swasta, serta 10 BUMN dan BUMD di Purbalingga dan sekitarnya.

“Purbalingga Dalam Angka adalah kumpulan data statistik seluruh instansi atau dinas yang ada di Kabupaten Purbalingga. Sebelum dirilis, kami juga melakukan validasi atau pencermatan data, saling cross check mana yang masih perlu konfirmasi dan mana yang masih salah sehingga data benar-benar siap dipublikasikan,” ungkap Juni.

Ia menambahkan bahwa proses konfirmasi menjadi penting karena masih kerap ditemukan inkonsistensi, perbedaan satuan, perbedaan konsep, hingga dampak masa transisi organisasi. Melalui finalisasi ini, BPS berharap data yang tersaji semakin andal dan mudah digunakan oleh berbagai pihak.

Dengan data yang akurat dan terintegrasi, publikasi Purbalingga Dalam Angka 2026 diharapkan mampu menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan, mendorong perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, serta membuka peluang riset dan investasi yang berdampak positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (dhs/Kominfo)