Sebagai daerah langganan kesulitan air bersih ketika kemarau, menjadikan warga desa Talagening Kecamatan Bobotsari Purbalingga berpikir kreatif. Meski ada curug dan sungai yang melintas desa, namun posisinya berada puluhan meter dibawah pemukiman warga.  Hal ini menjadikan warga harus mampu untuk dapat menaikan air tersebut ke atas dipemukiman warga.
Berbekal ilmu yang diberikan mahasiswa KKN UGM tahun 1986 untuk membuat pompa hidram. Akhirnya warga beramai-ramai membangun pompa air tenaga air.
Tokoh masyarakat desa Talagening Bobotsari Rusmanto menuturkan, pembangunan puluhan pompa hidran ini merupakan upaya masyarakat dalam mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Setidaknya satu pompa hidram melayani 3 – 5 rumah warga.
System kerja pompa ditentukan oleh besarnya sudut yang menentukan besar-kecilnya debit air. Pompa dapat dinilai bekerja bila sudah mampu mendorong air sampai ke permukiman.
 
Sementara kades Talagening Nila Eka Ningsih menambahkan, dalam tahun 2016 ini, desanya mengalokasikan Rp. 300 juta. Dana ini untuk membangun jalan menuju curug. Pasalnya dari kementrian desa akan memberikan dana bantuan pengembangan wisata. Sehingga lokasi puluhan pompa hidram yang berada di kali Soso akan dijadikan lokasi wisata edukasi. Termasuk akan menghidupkan kembali listrik tenaga air yang sempat dibangun dan dimanfaatkan warga sebelum listrik PLN masuk desa setempat.(umang-kominfo)