PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga Kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak bersama 30 kabupaten/ kota lain di Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam sambutannya via zoom meeting mengapresiasi kegiatan GPM serentak se-Jateng pada hari Jumat (6/3/2026).
Dia mengatakan tahun 2026 ini diperkirakan lebih dari 17 juta pemudik akan masuk ke Jawa Tengah, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 13 juta. Sehingga Pemprov Jateng berserta pemkab/ pemkot dan stakeholder terus berusaha menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok yang semakin bertambah dengan adanya penambahan pemudik.
“Harapannya masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pokoknya, sehingga tidak terjadi panic buying,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng, Dyah Lukisari mengatakan di bulan Maret 2026 dengan adanya penambahan penduduk diperkirakan ketersediaan pangan di Provinsi Jawa Tengah masih surplus. Beberapa komoditas yang mengalami surplus antara lain beras 1,5 juta ton, telur 130 ribu ton, minyak goreng 5 ribu liter, dan gula pasir 54 ribu ton.
“Jadi insya Allah sekalipun ada pemudik kita masih bisa mencukupi kebutuhan pangan”, tandasnya.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Prayitno mengatakan pihaknya selama bulan Ramadhan 1447 H ini ditargetkan akan melaksanakan 34 kegiatan GPM bekerjasama dengan Perumda Puspahastama dan stakeholder lain termasuk swasta. Pada GPM yang diselenggarakan di Pendapa Aboe Bakar Kantor Kecamatan Kaligondang masyarakat bisa membeli beberapa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan yang lainnya dengan harga di bawah pasaran.
“Selain GPM ada Tim Saber dengan Kepolisian yang melaksanakan operasi terkait kerawanan pangan dan stabilisasi harga, sudah 2 kali dilaksanakan di pasar dan toko-toko ritel,” ucapnya.
Sementara itu, Plt. Camat Kaligondang Nurtedjo berharap masyarakat Kaligondang bisa terbantu dengan adanya kegiatan GPM yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Hal tersebut disyukuri oleh Mujiati (45) warga Desa Penolih dan Tumirah (60) warga Desa Sidanegara yang bisa memborong beberapa bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng.
“Alhamdulillah sangat terjangkau harganya, lebih murah dari pada pasaran,” pungkasnya berdua. (FH/kominfo)
Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab Purbalingga Jaga Ketersediaan dan Kestabilan Harga Bahan Pokok Dalam GPM



