PURBALINGGA – Guna mewujudkan misi ketiga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yakni Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik berupa digitalisasi pelayanan publik untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga fasilitasi pembuatan domain website desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (13/2/2026) di Aula Dinkominfo Purbalingga.

Kepala Dinkominfo Purbalingga, R. Budi Setiawan mengatakan saat ini dari 239 desa sudah ada 215 desa atau 90 persennya yang memiliki website resmi. Untuk itu kegiatan tersebut diikuti oleh 24 desa di 11 kecamatan yang belum memiliki website resmi yang nantinya sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas dan merealisasikan program Smart Village.

“Dinkominfo siap mendampingi dan memfasilitasi serta berkomitmen agar tahun ini semua desa memiliki website resmi yang aktif,” tegasnya.

Kepala Dinkominfo Purbalingga, R. Budi Setiawan memotivasi Pemdes untuk aktif dalam program Smart Village

Peserta kegiatan mendapatkan materi dari 2 narasumber, dimana pada materi pertama yang disampaikan oleh Febrian Prabawa Hakim selaku Admin PPID Kabupaten Purbalingga menyampaikan tentang kewajiban melaksanakan keterbukaan informasi publik sebagai amanat dari UU Nomor 14 Tahun 2008. Dia menyampaikan bahwa website desa menjadi sarana untuk menyebarkan informasi penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat.

Dia menambahkan, dengan memahami regulasi tentang keterbukaan informasi publik diharapkan pemerintah desa bisa medorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selain itu, di website desa juga menampilkan seperti infografis terkait data kependudukan, potensi desa, dan sebagainya yang bisa menjadi penentu arah kebijakan Pemkab Purbalingga.

Para peserta dibimbing praktek langsung dalam mempublikasi informasi melalui website desa.

Pada sesi kedua, Baryati, Kepala Bidang Informatika Dinkominfo Purbalingga menyampaikan bahwa domain website bagi 24 desa difasilitasi secara gratis oleh Pemkab Purbalingga. Untuk itu dia berharap website 24 tersebut nantinya bisa terus update informasi kegiatan dalam bentuk berita dengan narasi yang ringkas.

“24 desa yang terpilih ini karena belum memiliki website resmi, nantinya mereka akan menjadi percontohan website yang terintegrasi bagi desa-desa lainnya,” pungkasnya. (FH/kominfo)