PURBALINGGA INFO – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menjadikan momentum pasca Hari Raya Idul Fitri sebagai titik awal meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat Apel dan Silaturahmi ASN tingkat kabupaten di Alun-alun Purbalingga, Selasa (31/3/26).
Ia menegaskan, ASN memiliki peran strategis dalam menjalankan pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Oleh karena itu, profesionalisme, integritas, dan disiplin menjadi kunci utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Sebagai aparatur sipil negara, kita memiliki peran strategis dalam menjalankan roda pemerintahan, memberikan pelayanan publik, serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Purbalingga. Berikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan profesional, serta jadikan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan menuntut ASN untuk terus adaptif dan kreatif dalam meningkatkan kinerja. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah agar program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya minta jangan ada ego sektoral di masing-masing OPD. Kita semua adalah satu rumah dalam kerangka pemerintah daerah Kabupaten Purbalingga,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi global turut berdampak pada daerah, sehingga ASN diharapkan mampu menjadi teladan, termasuk dalam bersikap bijak, efisien, serta menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari maupun bermedia sosial.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Purbalingga Herni Sulasti menegaskan bahwa apel dan silaturahmi ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja aparatur, terutama dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Seperti arahan Mas Bupati, kita akan bekerja lebih baik lagi, lebih semangat, dan tentunya berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan efisiensi anggaran secara selektif dengan tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Efisiensi tetap kita lakukan, namun kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat akan tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Terkait wacana penerapan Work From Home (WFH) dari pemerintah pusat, pihaknya menyampaikan bahwa Pemkab Purbalingga masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan kondisi daerah.
“Untuk WFH masih kita pertimbangkan, karena karakteristik wilayah kita berbeda dengan Jakarta. Namun pada prinsipnya, kebijakan yang bertujuan efisiensi dan tidak mengganggu pelayanan masyarakat akan kita ikuti,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah provinsi terkait rencana program penggunaan sepeda bagi ASN sebagai bagian dari efisiensi dan gaya hidup sehat. (dhs/Kominfo)





