PURBALINGGA INFO – Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Purbalingga sepanjang tahun 2025 mulai menunjukkan hasil nyata, terutama pada sektor infrastruktur, perumahan, dan penguatan ekonomi daerah.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama melalui perbaikan jalan sepanjang 92,5 kilometer dengan anggaran Rp122 miliar. Selain itu, penanganan longsor tebing Sungai Kelawing dan Sungai Serayu dilakukan dengan total anggaran Rp50,8 miliar guna melindungi kawasan permukiman dan lahan produktif.
“Perbaikan jalan, irigasi, hingga penanganan tebing sungai kami lakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas, termasuk sektor pertanian dan distribusi ekonomi,” ujarnya saat Musrenbang RKPD Kabupaten Purbalingga Tahun 2027 di Pendopo Dipokusumo, Kamis (2/4/25).

Di sektor pertanian dan permukiman, pemkab membangun 16 jalan usaha tani serta menangani 910 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan anggaran Rp17,3 miliar. Program ini mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hunian.
Sektor pendidikan diperkuat melalui revitalisasi 25 sekolah dengan anggaran Rp14 miliar serta rehabilitasi sejumlah SD dan SMP. Di bidang kesehatan, operasional Puskesmas Kemangkon II di Desa Gambarsari memperluas akses layanan kesehatan.

Tidak hanya pembangunan fisik, pemerintah menggerakkan ekonomi melalui berbagai event seperti Simfoni Batik, Ramadan Light Festival, dan Purbalingga Musik Festival yang mendorong aktivitas UMKM dan industri kreatif.
“Event ini tidak hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan,” kata Fahmi.

Upaya perluasan kesempatan kerja dilakukan melalui Purbalingga Job Fair yang menyediakan sekitar 8.800 lowongan kerja dari 52 perusahaan.
Dampak dari berbagai program tersebut tercermin pada capaian makro daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga tahun 2025 mencapai 71,71 atau masuk kategori tinggi, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 12,55 persen atau turun 1,63 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,83 persen. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat menjadi 5,92 persen.
“Kami bersyukur capaian ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, namun evaluasi tetap kami lakukan agar ke depan semakin baik dan merata,” ungkapnya. (dhs/Kominfo)





