PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendukung program pembinaan Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga dengan memanfaatkan produk kerajinan karya warga binaan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLH PKP), perlengkapan kebersihan seperti keranjang sampah dan pengki dibeli untuk menunjang sarana kebersihan di sejumlah fasilitas publik.
Perlengkapan tersebut rencananya akan ditempatkan di sejumlah taman di Purbalingga. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, pemanfaatan produk ini turut memperluas pemasaran hasil karya warga binaan.
“Produk ini akan digunakan sebagai tempat sampah di taman-taman Purbalingga. Harapannya dapat membantu memperluas pemasaran hasil karya warga binaan,” kata Perwakilan DLH PKP Purbalingga, Imam Supardi.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Purbalingga, Yoan, menjelaskan bahwa berbagai produk yang dimanfaatkan DLH merupakan hasil program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Melalui pelatihan kerajinan bambu, mereka mampu menghasilkan beragam perlengkapan kebersihan seperti tempat sampah, pengki, sapu lidi, dan sapu glagah.
“Pelatihan ini kami berikan sebagai bekal agar warga binaan bisa berkarya dan memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Pada tahap ini, Rutan menyalurkan 36 unit tempat sampah dan 60 pengki kepada DLH PKP. Yoan menambahkan, hasil penjualan produk juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan karena mereka menerima premi atas pekerjaan tersebut.
“Mereka bekerja dan mendapatkan hasil. Harapannya setelah keluar dari Rutan Purbalingga, keterampilan ini bisa menjadi peluang usaha bagi mereka,” katanya.

Pemasaran produk warga binaan juga terus diperluas melalui kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya pemerintah daerah, Organisasi Pasar Segamas, dan Perumda Owabong. Rutan Purbalingga turut memanfaatkan kanal digital seperti marketplace, Instagram, dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Masyarakat yang ingin membeli produk tersebut dapat memesan melalui media sosial resmi Rutan Purbalingga atau datang langsung ke rutan.
Upaya ini diharapkan membuat produk hasil pembinaan Rutan Purbalingga semakin dikenal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan, serta menjadi bekal keterampilan saat mereka kembali ke masyarakat. (dhs/Kominfo)




