PURBALINGGA INFO – Ide unik Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif yang mengganti karangan bunga dengan bibit pohon saat peringatan Hari Jadi Purbalingga ke-195 menginspirasi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Purbalingga untuk melakukan hal serupa.

Sebagai ungkapan syukur atas pelantikan mereka, lebih dari 2.800 bibit pohon berhasil dikumpulkan oleh mereka di Alun-Alun Purbalingga, bersamaan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), Rabu (24/12/24). Bibit-bibit tersebut dikumpulkan sebagai bentuk kontribusi nyata untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan di Purbalingga.

Eko Triadi dari SDN 1 Kalikabong menyampaikan rasa terima kasih atas pelantikan mereka sebagai PPPK Paruh Waktu. “Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga atas pelantikan kami. Sebagai ungkapan syukur, kami mengumpulkan bibit pohon untuk penghijauan, semoga Purbalingga semakin hijau, asri, dan damai,” ujarnya.

PPPK dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga menambahkan, langkah sederhana ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap lingkungan dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat. “Kami ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dan menjadikan Purbalingga lebih hijau,” kata mereka.

Haryanto dari BPBD Kabupaten Purbalingga menjelaskan bahwa bibit-bibit ini nantinya akan ditanam di lokasi-lokasi rawan longsor, khususnya di wilayah utara seperti Karangreja dan Sirau. “Bibit yang terkumpul sebagian besar pohon keras dan buah. Akarnya dapat membantu mencegah longsor sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya.

Kepedulian ini muncul di tengah maraknya bencana alam yang kerap melanda Purbalingga. Longsor dan banjir yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat penghijauan menjadi salah satu langkah preventif yang penting. Bibit pohon keras dan buah diharapkan dapat menahan erosi tanah dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Para PPPK Paruh Waktu membawa bibit pohon dari rumah masing-masing, menunjukkan kesungguhan pribadi mereka dalam menjaga lingkungan. Hal ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelestarian alam.

“Ini bukan sekadar simbol, tapi wujud nyata kontribusi kami untuk Purbalingga. Semoga pohon-pohon ini tumbuh subur dan memberikan manfaat,” tambah Eko Triadi.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa rasa syukur bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Penanaman bibit pohon menjadi momentum positif untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap alam, sekaligus mengurangi risiko bencana.

Dengan lebih dari 2.800 bibit terkumpul dan rencana penanaman di titik-titik rawan longsor, Purbalingga melangkah menuju kabupaten yang lebih hijau, asri, dan aman. Inisiatif ini juga membuktikan bahwa inspirasi dari pemimpin dapat mendorong masyarakat untuk berkontribusi bagi lingkungan dan kebaikan bersama. (dhs/Kominfo)