PURBALINGGA – Transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga dukungan dari lingkungan keluarga. Hal ini disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) dan Halal Bihalal DWP di Aula Graha Srikandi, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, peran anggota DWP sebagai pendamping ASN menjadi faktor penting dalam membentuk kinerja aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.

“Kita mungkin tidak selalu berada di garda terdepan pemerintahan, tetapi kita ikut menentukan kualitas pengabdian ASN melalui doa, semangat, dan suasana keluarga yang harmonis,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat budaya kerja ASN, peran perempuan dalam menjaga keseimbangan keluarga dan menanamkan nilai-nilai kebaikan menjadi sangat strategis. Dukungan moral yang diberikan di rumah diyakini mampu meningkatkan fokus dan ketenangan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga sekaligus Penasihat DWP, Herni Sulasti, menegaskan bahwa kegiatan Raker dan Halal Bihalal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan evaluasi organisasi.

“Atas nama pribadi dan pimpinan, saya menerima ikrar halal bihalal ini dengan tulus. Mari kita jadikan hari ini sebagai awal yang bersih untuk kembali bersinergi dalam pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara peran organisasi dan keluarga dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan ditutup dengan bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan dan penguatan tali persaudaraan antaranggota DWP. (an/komin)