PURBALINGGA INFO – Polres Purbalingga menggelar Tactical Floor Game (TFG) sebagai langkah strategis meningkatkan kesiapan pengamanan menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang berimplikasi kontinjensi, di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis (21/4/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari latihan terpusat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat Purnomo menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional, termasuk agenda besar menuju Indonesia Emas 2045. “Stabilitas keamanan adalah persyaratan mutlak. Kami dari Polri berkomitmen mengawal program prioritas pemerintah agar tidak terganggu oleh berbagai potensi kriminalitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui TFG ini, seluruh unsur pengamanan menguji skenario penanganan berbagai potensi ancaman, mulai dari aksi massa hingga potensi terorisme. Simulasi akan dilanjutkan dengan geladi kotor dan geladi bersih, sebelum pelaksanaan Sispamkota pada 23 April 2026.

“Melalui simulasi ini kita menguji sejauh mana kesiapan kita di lapangan. Ini penting agar tidak ada keraguan dalam bertindak, namun tetap tegas, terukur, dan memedomani prinsip hak asasi manusia,” katanya

Kesiapan ini dinilai penting mengingat adanya agenda peringatan Hari Buruh (May Day) di Kabupaten Purbalingga yang diperkirakan dihadiri sekitar 10.000 orang dan dipusatkan di objek wisata Purbasari. Menurutnya, potensi kerawanan bisa muncul apabila ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk memicu gangguan keamanan.

“Jika sampai ada pihak yang menunggangi, ini bisa menjadi trigger pergerakan massa yang besar dan berpotensi mengganggu stabilitas. Karena itu, kesiapan melalui TFG ini menjadi sangat krusial,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan TFG sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan publik, khususnya di bidang keamanan.

“TFG ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mempersiapkan pelayanan kita agar setiap kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Hari Buruh, dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi, seperti kenaikan harga energi, yang berpotensi memicu keresahan sosial. Oleh karena itu, kewaspadaan seluruh pihak perlu ditingkatkan agar situasi tetap terkendali.

“Kita harus berhati-hati karena kondisi global bisa berdampak ke daerah. Jangan sampai momentum May Day ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Dimas menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. “Saya titip pesan, kedepankan sisi humanis sehingga tidak muncul narasi yang buruk. Ini penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” ujarnya.

Pemkab Purbalingga, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan Polres, TNI, serta perangkat daerah seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Disnaker, dan Kesbangpol untuk melakukan langkah-langkah preventif di lapangan.

Melalui sinergi lintas sektor dan latihan yang matang, diharapkan pengamanan berbagai agenda masyarakat ke depan dapat berjalan optimal, sehingga memberikan rasa aman sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga Purbalingga secara berkelanjutan. (dhs/Kominfo)