PURBALINGGA INFO – TPA Nurul Ummahaat Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, menjadi wakil Provinsi Jawa Tengah dalam final nasional Lomba Gerakan ASRI Tamasya Cinta Lingkungan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, setelah sebelumnya berhasil masuk nominasi tiga terbaik Regional 2 tingkat nasional.

Penilaian final dilakukan melalui presentasi dan wawancara secara daring melalui Zoom Meeting di Balai Penyuluh KB Kecamatan Karangmoncol, Senin (25/5/26). Program ini merupakan bagian dari implementasi gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang mendorong pembentukan budaya peduli lingkungan sejak usia dini melalui keluarga dan lingkungan pengasuhan anak.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga, Jusi Febrianto, mengatakan TPA Nurul Ummahaat dinilai mampu menerapkan pendidikan cinta lingkungan secara nyata dan berkelanjutan dalam kegiatan sehari-hari anak.

“TPA Nurul Ummahaat sejak lama sudah mempunyai aktivitas terkait menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada peserta didik. Anak-anak dikenalkan bagaimana mengumpulkan, mengolah, hingga memanfaatkan kembali sampah yang ada di sekitar mereka melalui konsep reduce, reuse, dan recycle,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan lingkungan yang diterapkan tidak hanya berdampak pada anak, tetapi juga membangun kebiasaan baik di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nitya Apranadyanti, menyampaikan TPA Nurul Ummahaat terpilih setelah melalui seleksi berjenjang tingkat provinsi hingga nasional.

“Dari sekitar 100 peserta tingkat provinsi, TPA Nurul Ummahaat menjadi yang terbaik di Jawa Tengah sehingga kami ajukan ke tingkat nasional. Alhamdulillah di tingkat nasional juga berhasil masuk nominasi tiga terbaik Regional 2,” ujarnya.

Kepala TPA Nurul Ummahaat, Siti Munifah, mengatakan pendidikan cinta lingkungan telah menjadi bagian dari pembelajaran sejak TPA tersebut berdiri pada 2013. Menurutnya, program tersebut bukan dibuat untuk kepentingan lomba, melainkan pembiasaan karakter yang dilakukan secara konsisten.

Berbagai kegiatan yang diterapkan di antaranya pemilahan sampah, pembuatan kompos dari sampah organik, aksi menanam menggunakan pot dari barang bekas bersama orang tua, hingga pemanfaatan barang bekas rumah tangga menjadi alat permainan edukatif (APE).

Selain itu, anak-anak juga dikenalkan kreativitas ramah lingkungan melalui pembuatan batik ecoprint dan gerakan sedekah minyak jelantah yang disalurkan ke TPS 3R Desa Pekiringan. Sementara itu, penggunaan aplikasi Tamasya dalam administrasi TPA turut membantu mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data anak.

TPA Nurul Ummahaat juga memiliki buku cerita bergambar bertema lingkungan berjudul Putri Malu karya pengelola TPA, Siti Munifah, yang digunakan sebagai media edukasi cinta lingkungan bagi anak usia dini. Buku tersebut sebelumnya mendapat apresiasi sebagai enam terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah pada ajang HIMPAUDI tahun 2024.

Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi langkah TPA Nurul Ummahaat dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun kepedulian lingkungan sejak dini.

“Harapan saya pembelajaran berbasis lingkungan seperti Tamasya Cinta Lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi PAUD lainnya di Kabupaten Purbalingga. Anak-anak perlu dibiasakan peduli lingkungan sejak usia dini, termasuk membiasakan memilah sampah di lingkungan sekolah,” katanya. (dhs/Kominfo)