PURBALINGGA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purbalingga, Muhammad Umar Fauzi, mengajak generasi muda untuk menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika politik. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Pendopo Dipokusumo, Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, Umar Fauzi menegaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi dan masa depan bangsa. Karena itu, generasi muda diminta tidak bersikap apatis terhadap politik maupun mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Menjadi pemilih pemula bukan sekadar datang ke TPS lalu mencoblos. Kalian harus menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan,” ujarnya.

Bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118, ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya politik yang sehat di kalangan generasi muda. Menurutnya, perkembangan informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun provokasi yang berpotensi memecah persatuan.
“Pahami regulasinya, kenali calon-calonnya, dan jangan mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan untuk memecah belah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap tingkat partisipasi pemilih pemula dalam pemilu mendatang tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas partisipasinya.
“Kita ingin partisipasi pemilih pemula meningkat secara kuantitas sekaligus kualitas. Hindari politik yang tidak sehat dan jangan sampai golput,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kabupaten Purbalingga sekaligus Ketua Penyelenggara, Evi Cahyani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pembekalan kepada generasi muda mengenai hak, kewajiban, dan tanggung jawab konstitusional sebagai warga negara.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi yang sehat dan meningkatkan wawasan kebangsaan bagi para pelajar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara hybrid agar dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai SMA sederajat di Kabupaten Purbalingga.
“Sebanyak 900 siswa SMA sederajat mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 150 peserta hadir langsung di Pendopo Dipokusumo dan 750 peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom dan live streaming YouTube,” pungkasnya. (an/komin)




