PURBALINGGA – Warga Desa Serang Kecamatan Karangreja sejak Jum’at (3/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026) tengah menghelat event Nasional Festival Gunung Slamet (FGS) yang kesembilan kalinya. Di hari kedua, Sabtu (4/7/2026) pagi masyarakat Desa Serang telah berkumpul bahkan sebagian pemuda-pemudinya turut andil dalam kegiatan pelestarian budaya yakni pengambilan air dari mata air Si Kopyah yang kemudian bersama-sama diarak menuju obyek wisata Dlas.
Menurut koordinator acara, Ki Tuwuh Permana Jati sebanyak 99 pemuda-pemudi yang melambangkan 99 Asmaul Husna membawa lodong (wadah air tradisional yang terbuat dari bambu-red) menuju mata air Si Kopyah di kaki Gunung Slamet. Hal tersebut sebagai wujud rasa syukur warga Desa Serang atas nikmat berupa air yang melimpah khususnya yang bersumber dari mata air Si Kopyah.
“Tadinya tuk (mata air) tersebut berada di atas, namun pasca musibah (tanah longsor awal tahun 2026) ada sebuah batu yang disebut Watu Langgar di bawahnya mengalir tuk yang masih satu sumber dari sebelumnya,” ungkapnya.

Prosesi pengambilan mata air Si Kopyah

Tuwuh menambahkan, dengan ditemukannya kembali tuk Si Kopyah di tempat yang lebih luas dan mudah dijangkau ini merupakan satu nikmat lebih dari Allah ta’ala. Dia melanjutkan, iringan diawali pembawa kendi yang berisi air suci oleh sesepuh Desa Serang, kemudian para pembawa lodong yang dilanjut para pembawa gunungan yang berisi hasil bumi.
Kirab tersebut tidak hanya diikuti oleh warga Desa Serang akan tetapi juga pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan dan mengikuti prosesi adat tersebut. Sesampainya di halaman obyek wisata Dlas, rombongan disambut oleh Bupati Purbalingga, H. Fahmi M. Hanif, Wakil Bupati Purbalingga, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Forkompimda, jajaran pejabat Pemkab Purbalingga, dan tokoh masyarakat.

Bupati Purbalingga, H. Fahmi M. Hanif saat menuangkan air suci yang akan dicampur dengan air Si Kopyah

Bupati Fahmi menuangkan air suci dari kendi yang disusul penuangan air Si Kopyah oleh Wabup, dan tamu undangan yang hadir memeriahkan acara tersebut. Usai didoakan, gunungan yang berisi hasil bumi kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang berada di lokasi acara
“Ini mencerminkan kebersamaan, keberkahan, dan rasa syukur kita khususnya masyarakat Desa Serang,” tutup Bupati Fahmi yang diakhir acara menyantap Nasi 3G (gereh, gundil, dan gandul) bersama para tamu undangan. (FH/Kominfo)