PURBALINGGA – Ada yang berbeda dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026. Sebagaimana diketahui HANI diperingati setiap tanggal 26 Juni, akan tetapi untuk tahun 2026 ini Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperingatinya di tanggal 23 Juli 2026 bersamaan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN).

Kepala BNNK Purbalingga, H. Nasrudin mengatakan hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi khususnya kepada para pelajar yang merupakan generasi bangsa agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba. Melalui Gerakan Ananda Bersinar (Bersih Narkoba) diharapkan semua stakeholder bisa bersatu dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dilingkungan pelajar.

“Usai kegitan MPLS beberapa waktu lalu, kami telah melaksanakan edukasi kepada 92.968 pelajar yang ada di Kabupaten Purbalingga,” ungkapnya.

Kepala BNNK Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, S.Ag., M.Ag. saat memberikan paparan data progres kerja BNNK Purbalingga

Dia menambahkan, hingga semester pertama tahun 2026 ini BNNK Purbalingga melakukan rehabilitasi terhadap 25 pengguna yang terdiri dari 20 pengguna laki-laki dan 5 pengguna perempuan. Diungkapkannya, sebanyak 61 persen merupakan remaja berusia di bawah 18 tahun dengan 65 persen motifnya karena ajakan atau bujukan teman.

BNNK Purbalingga yang beroperasi di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banjarnegara hingga semester pertama 2026 ini juga telah berhasil meringkus 19 orang dengan rentang usia di bawah 20 tahun hingga di atas 50 tahun. H. Nasrudin juga berterimakasih kepada Pemkab Purbalingga melalui Dindikbud yang telah menyelenggarakan program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) di lingkungan sekolah.

Peringatan HANI 2026 turut dihadiri oleh Forkompimda, DPRD, dan sejumlah pejabat eselon II Pemkab Purbalingga

Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani yang hadir mewakili Bupati menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi Langkah yang telah dilakukan oleh BNNK Purbalingga dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Dia berharap langkah pemberantasan narkoba yang telah dilakukan bisa memberikan efek jera sehingga semakin meminimalisir jumlah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Purbalingga.

“Kami harap langkah-langkah preventif ini bisa tetap kita jaga. Benteng pertama dan utama harus dimulai sejak dini terutama di lingkungan keluarga,” pungkasnya. (FH/Kominfo)