PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan olahraga dan kepemudaan yang inklusif. Upaya tersebut disampaikan dalam program dialog interaktif NGOPI PAGI (Ngobrol Program dan Inovasi) LPPL Radio Gema Soedirman 96,3 FM Purbalingga, Kamis (23/7/2026), yang menghadirkan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinporapar Kabupaten Purbalingga, Teguh Wahyudiono, dengan tema “Menggali Potensi, Mengukir Prestasi: Kolaborasi Pemuda dan Olahraga di Purbalingga.”

Selama ini, pembinaan olahraga sering dipandang hanya sebatas mengejar prestasi atlet. Padahal, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk hidup sehat, mengembangkan bakat, hingga memperoleh dampak ekonomi dari berbagai kegiatan olahraga. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinporapar menghadirkan berbagai program pembinaan yang menjangkau pelajar, masyarakat umum, hingga penyandang disabilitas agar manfaat olahraga dapat dirasakan secara lebih luas.

Salah satu program yang sedang berlangsung ialah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Purbalingga Tahun 2026. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia pelajar sekaligus proses penjaringan atlet potensial yang akan dipersiapkan menuju POPDA tingkat Karesidenan Banyumas dan Provinsi Jawa Tengah. Selain menjadi arena kompetisi, POPDA juga membentuk karakter pelajar yang disiplin, sportif, dan bermental juara sejak dini.

Atlet yang berhasil meraih prestasi pada POPDA akan memperoleh penghargaan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka. Di luar penyelenggaraan POPDA, Dinporapar juga terus melaksanakan pembinaan olahraga melalui berbagai kejuaraan, pelatihan, serta pendampingan bagi cabang olahraga agar regenerasi atlet di Purbalingga berjalan secara berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada olahraga prestasi, Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga mendorong olahraga masyarakat melalui kolaborasi bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) serta pembinaan atlet disabilitas bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Berbagai kegiatan seperti Car Free Day, senam bersama, olahraga rekreasi, hingga perlombaan lari menjadi ruang bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan.

“Tugas kami di pemerintahan adalah memastikan tersedianya fasilitas dan pembinaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari pelajar, warga umum, hingga teman-teman disabilitas. Lebih dari sekadar menyehatkan tubuh, kami mendesain setiap ajang olahraga di Purbalingga agar mampu menciptakan *multiplier effect* yang secara langsung menggerakkan roda perekonomian dan memberdayakan pelaku UMKM lokal kita,” ujar Teguh.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai event olahraga juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemilihan lokasi pertandingan yang tersebar di sejumlah wilayah, tidak hanya terpusat di kawasan kota, mampu menghidupkan aktivitas pelaku UMKM, meningkatkan kunjungan masyarakat, hingga memberi dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, dan jasa di sekitar lokasi kegiatan. Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.

Dalam bidang kepemudaan, Dinporapar juga terus memfasilitasi pengembangan kapasitas generasi muda. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, pemuda merupakan warga negara berusia 16 hingga 30 tahun. Kelompok usia ini menjadi salah satu kekuatan strategis pembangunan daerah. Salah satu wadah yang disiapkan pemerintah adalah Jambore Pemuda Kabupaten Purbalingga, yang mempertemukan para pemuda untuk berkompetisi, berkolaborasi, dan menunjukkan kreativitas dalam berbagai bidang, seperti inovasi teknologi, karya ilmiah, pidato bahasa Inggris, seni, hingga pengembangan kuliner lokal.

“Hampir seperempat penduduk Purbalingga adalah pemuda, ini adalah sebuah keuntungan demografi yang luar biasa. Kami ingin anak-anak muda Purbalingga tidak lagi bersikap apatis terhadap program daerah. Ini bukan lagi eranya tawuran atau sekadar nongkrong tanpa arah, melainkan eranya pemuda yang energik, berprestasi, menciptakan inovasi, dan berkolaborasi bersama pemerintah untuk membangun Purbalingga yang lebih baik,” tambah Teguh.

Melalui berbagai program pembinaan olahraga dan kepemudaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh ruang untuk berkembang, hidup lebih sehat, serta meningkatkan prestasi dan produktivitas. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang telah disediakan sebagai langkah bersama mewujudkan Purbalingga yang sehat, berprestasi, inovatif, dan sejahtera. (GIN/Kominfo)