PURBALINGGA – Setelah mengikuti pelatihan membuat kue kering, Ani Sofia kini semakin mantap memulai usaha dari rumah. Langkahnya terasa lebih ringan setelah mendapat bantuan penunjang usaha. Ani menjadi salah satu pelaku UMKM Purbalingga yang merasakan langsung dukungan pemerintah untuk mengubah keterampilan menjadi peluang ekonomi.
“Saya merasa sangat terbantu. Setelah belajar membuat kue kering, bantuan ini mempermudah saya untuk mulai membuka usaha sendiri di rumah dan nantinya berjualan,” ungkap Ani di sela Gebyar Merdeka UMKM di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (8/8/2026).

Pengalaman Ani menggambarkan tantangan yang masih dihadapi sebagian pelaku usaha mikro di Purbalingga. Ada yang telah memiliki keterampilan dan produk, tetapi terkendala peralatan maupun modal. Ada pula yang usahanya sudah berjalan, namun masih membutuhkan legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga akses pasar agar dapat berkembang lebih jauh.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Gebyar Merdeka UMKM memberikan sejumlah fasilitasi sesuai kebutuhan pelaku usaha. Sebanyak 130 orang mendapatkan bantuan pelatihan, 103 pelaku usaha menerima hibah uang, dan 23 pelaku UMKM memperoleh fasilitasi legalitas usaha. Pemkab juga menyalurkan bantuan alat senilai Rp 164 juta serta dana hibah senilai Rp 1,531 miliar.
Manfaat dukungan tersebut turut dirasakan Heri, pelaku usaha cilung keliling asal Desa Sidanegara, Kecamatan Kaligondang. Bagi usaha mikro yang setiap hari bergantung pada perputaran modal, tambahan dukungan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan operasional.

“Bantuan hibah ini sangat membantu karena saat ini kami memang membutuhkan tambahan dana untuk menjalankan usaha. Terima kasih kepada Pemkab dan Bupati Purbalingga yang terus mendukung pelaku usaha mikro,” tuturnya.
Tidak hanya soal modal, pelaku UMKM juga didorong memiliki fondasi usaha yang lebih kuat melalui legalitas produk. Iik Harnenis, pelaku usaha asal Bancar, misalnya, mendapatkan pendampingan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sebelumnya, ia juga telah memperoleh fasilitasi secara bertahap mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
“Dindagkop UKM terus memfasilitasi kami. Setelah NIB dan sertifikasi halal, sekarang kami mendapat fasilitasi HAKI. Ini sangat membantu agar usaha berkembang dan produk kami semakin dikenal masyarakat,” ungkap Iik.
Dampak peningkatan kapasitas juga dirasakan Siti Rahayu, pelaku usaha produk olahan stroberi asal Desa Serang. Pelatihan yang diikutinya membantu menyempurnakan resep sehingga kualitas produk meningkat dan turut memberikan dampak ekonomi bagi usahanya. Ia berharap produk olahan khas Desa Serang tersebut dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan maupun tamu yang berkunjung ke Purbalingga.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, berbagai fasilitasi tersebut diarahkan agar potensi produk lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. “Acara ini digelar untuk memfasilitasi segenap pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga. Banyak komoditas unggulan yang kita miliki. Kami berharap produk-produk UMKM Purbalingga bisa naik kelas dan berkembang sehingga menggerakkan perekonomian ke arah yang positif,” ujar Bupati Fahmi.

Lebih dari 500 peserta mengikuti Gebyar Merdeka UMKM. Selain bantuan dan fasilitasi legalitas berupa HAKI dan sertifikasi halal, para pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan kodifikasi atau barcoding dari Tim Global Standar 1 Indonesia di Operation Room Graha Adiguna, Kompleks Setda Purbalingga. Pelaku UMKM juga mendapat kesempatan belajar dari Sally Giovanny, pemilik Batik Trusmi, yang membagikan perjalanan usahanya sekaligus memberikan coaching clinic kepada pengusaha dan perajin batik lokal.

“Kita harus senantiasa tekun dan fokus pada solusi dari bisnis yang kita bangun. Mulai dari kualitas produk hingga sistem perlu kita bangun dengan baik, karena dalam dunia usaha pasti kita sering menghadapi tantangan,” terang Sally.
Melalui dukungan modal, peningkatan keterampilan, penguatan legalitas, hingga akses terhadap pengetahuan usaha, pelaku UMKM Purbalingga diharapkan semakin siap menghadapi tantangan bisnis. Bagi pelaku usaha seperti Ani, Heri, Iik, dan Siti, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan dalam sebuah kegiatan, tetapi bekal untuk menjaga usaha tetap berjalan, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi keluarga mereka. (GIN/Kominfo)




