PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana kembali menggelar Aksi Bersih Lingkungan pada 26 September 2026 untuk mengurangi timbunan sampah di kawasan Sungai Kramean dan Gringsing, Kecamatan Purbalingga. Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 350 peserta dengan perkiraan sampah yang terkumpul mencapai 1,5 ton.
Pembersihan akan dilakukan di area SMP Negeri 4 Purbalingga, menyusuri Sungai Gringsing dari sekitar PT HPS menuju kawasan perkampungan, serta jalur tembusan Hotel Braling di sekitar kompleks pemakaman umum. Kegiatan tersebut diharapkan membuat kawasan di sekitar sungai lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi Aksi Bersih Lingkungan di Ruang Rapat Bupati, Gedung A Setda Purbalingga, Rabu (9/9/26). Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Purbalingga Mukodam untuk mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya sekaligus mematangkan aksi berikutnya.
Sebelumnya, aksi bersih lingkungan yang digelar Jumat (21/8/26) melibatkan sekitar 350 orang untuk membersihkan kawasan Sungai Kramean, meliputi area SD Islam Madani Kelurahan Kandanggampang, Jembatan Purbalingga Food Center (PFC) Barat di Kelurahan Purbalingga Kidul, serta Dusun Timbang Kelurahan Penambongan. Dari kegiatan tersebut terkumpul sekitar 1,5 ton sampah.

Mukodam menilai pelaksanaan aksi pertama cukup baik, terutama dari sisi keterlibatan peserta. Menurut dia, partisipasi berbagai unsur menjadi modal penting untuk membangun kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
“Pelaksanaan yang pertama sudah cukup bagus, terutama dari sisi kepesertaan. Ke depan, kita ingin kegiatan ini semakin tertata dan memberikan dampak yang lebih nyata terhadap kebersihan lingkungan,” kata Mukodam.

Untuk aksi berikutnya, Mukodam meminta persiapan dilakukan lebih matang, terutama menyangkut keselamatan peserta. Sarung tangan, sepatu bot, wearpack, kantong sampah, serta perlengkapan standar lainnya perlu disiapkan sesuai prosedur keselamatan kerja.
“Peralatan dan pakaian personel harus sesuai SOP. Keselamatan peserta juga harus menjadi perhatian, sehingga mereka bisa bekerja dengan aman saat membersihkan sungai,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, ASN, pemerintah kecamatan dan kelurahan, sekolah, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta warga sekitar. Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena kebersihan sungai membutuhkan kepedulian bersama.
Setelah aksi pembersihan selesai, Mukodam meminta Dinas Lingkungan Hidup serta Bidang Sumber Daya Air pada DPUPR Kabupaten Purbalingga melakukan pembersihan akhir dan memastikan kawasan yang telah dibersihkan tetap terjaga.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi sampah yang saat ini berada di sungai, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat. Dengan tidak membuang sampah ke sungai, warga ikut memastikan hasil gotong royong tetap terjaga dan lingkungan di sekitar sungai tetap bersih dan nyaman. (dhs/Kominfo)




