PURBALINGGA – Dulu masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses program bantuan dan pemberdayaan yang belum terintegrasi sehingga manfaatnya belum optimal. Karena itu Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Bagian Kesra Setda menghadirkan gerakan “Bersama Bangga Sejahtera” sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Sekarang masyarakat dapat merasakan program bantuan dan pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, terarah, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

Upaya tersebut disampaikan dalam program dialog interaktif “NGOPI PAGI” (Ngobrol Program dan Inovasi) yang diselenggarakan LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM Purbalingga, Kamis (4/6/2026). Dialog yang disiarkan melalui radio dan kanal YouTube resmi LPPL Radio Gema Soedirman itu menghadirkan Kepala Bagian Kesra Setda Purbalingga, Junus Wahiddiyantoro, sebagai narasumber.

Junus menjelaskan, gerakan “Bersama Bangga Sejahtera” merupakan inovasi yang dibangun melalui pendekatan collaboration governance dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga nonpemerintah, perguruan tinggi, serta berbagai stakeholder lainnya.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan membutuhkan sinergi bersama agar berbagai program bantuan dan pemberdayaan dapat berjalan efektif serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Penanggulangan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, dan kemitraan dari berbagai pihak agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Junus.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi keluarga.

Dalam dialog tersebut, Junus turut menyinggung tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, salah satunya terkait efisiensi anggaran. Meski demikian, kondisi itu justru menjadi motivasi untuk memastikan setiap program berjalan optimal.

“Tantangan kami saat ini sudah tentu terkait efisiensi anggaran, namun di sisi lain hal ini membuat kami terdorong untuk memastikan bahwa seluruh program bisa tepat sasaran. Seluruh target dan indikator keberhasilan harus dicapai untuk kesejahteraan masyarakat luas,” katanya.

Selain menjalankan program, Bagian Kesra Setda Purbalingga juga terus membuka ruang partisipasi masyarakat melalui berbagai masukan dan umpan balik terhadap program maupun layanan yang dijalankan.

Program “NGOPI PAGI” sendiri menjadi salah satu sarana komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam menyampaikan berbagai inovasi dan program pembangunan daerah secara terbuka dan edukatif kepada masyarakat.

Melalui semangat bergerak bersama, Pemerintah Kabupaten Purbalingga optimistis gerakan “Bersama Bangga Sejahtera” mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat menuju Purbalingga yang semakin sejahtera. (GIN/Kominfo)