PURBALINGGA – Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mentargetkan tahun 2030 Purbalingga bisa menjadi kabupaten yang bebas penderita HIV/Aids dan kabupaten yang inklusif ramah kaum difabel. Hal itu diungkapkan dalam acara Peringatan Hari Aids Sedunia dan Hari Disabilitas Internasional di Pendopo Dipokusumo, Senin (3/12).

Untuk mewujudkan itu, Pemerintah tidak bisa berjuang sendirian, butuh sinergi dari berbagai pihak termasuk kesadaran masyarakat. “Saya mengajak, baik perusahaan, LSM, pegiat sosial, relawan sosial agar kedepan mewujudkan target itu. Kami pemerintah tidak bisa sendirian, butuh partisipasi masyarakat, seluruh komponen bisa sengkuyung,” katanya.

Pada kegiatan ini juga diberikan Purbalingga Difabel Award kepada beberapa tokoh penyandang difabel. Diantaranya Muhanif Yasin Yusup SS MA kategori the Most Outstanding Academic bidang pendidikan. Yakni tunarungu yang berhasil di bidang pendidikan.

Selain itu juga, Saeni ketegori penghargaan The Best Enterpreneur di Bidang Kewirausahaan, tuna daksa yang berhasil di dunia fashion. Kemudian juga Perusahaan Shen dan Sheil Fashion penghargaan the Best Inclusive Employer Bidang Usaha yang mempekerjakan tenaga Kerja Disabilitas 100%, yakni tenaga kerja dari Tuna Rungu dan Wicara. Belum lagi para difabel yang berhasil meraih 1 emas, 4 perak dan 4 perunggu di Peparprov Jateng 2018.

Plt Bupati Tiwi mengapresiasi capaian dan upaya-upaya mereka di tengah keterbatasan. “Jangan berkecil hati, saya yakin keterbatasan itu tidak jadi suatu kendala untuk berbuat baik, berprestasid anberkarya yang bermanfaat. Harapannya, yang mendapatkan penghargaan ini bisa inspirasi teman difabel yang lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosdalduk KBP3A) Purbalingga, Wahyu Ekonanto SH menyampaikan ada beberapa rangkaian yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga terkait memperingati Hari Aids Sedunia dan Hari Disabilitas Internasional 2018 ini.

“Tanggal 17 s.d 27 November kemarin telah dilaksanakan VCT (Voluntary Counselling and Testing) kepada sekitar 10.000 karyawan di beberapa perusahaan seperti PT Mitra Karya Tri Utama (PT Sampoerna), CV. Purbayasa, PT SCA dan dan PT Hyupsing Indonesia,” katanya.

Tanggal 1 Desember penyebaran leaflet, brosur, bunga, stiker dan pita simbol hari Aids di lokasi strategis. Diantaranya di Terminal Bobotsari, Terminal Purbalingga, Terminal Bukateja, GOR Goentoer Darjono, oleh KPA Purbalingga bekerjasama dengan PMI dan relawan.

Tanggal 1-31 Desember bulan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Purbalingga. “Puncak acara Hari Aids Sedunia, Senin (3/12) diadakan Pemeriksaan HIV/VCT kepada ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga termasuk Plt Bupati serta penyerahan penghargaan bagi petugas kesehatan tergiat dan bantuan RTLH bagi ODHA kurang mampu. Selama 2018 diadakan sosialisasi pencegahan HIV di 27 sekolah,” katanya.

Sedangkan berkaitan dengan Hari Disabilitas Internasional, Yayasan Pilar mengadakan mengadakan pameran hasil karya dari SLBN Purbalingga, SD & SMP Purba Adhi Suta, National Paralympic Commitee (NPC) Purbalingga, PPDI dan Puspita. Selain itu Purbalingga Difabel Award berupa pemberian RTLH, kurang mampu, pemberian alat bantu difabel.(Gn/Humas)