PURBALINGGA INFO – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengirim 146 atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal pada 1–6 September.
Para atlet tersebut akan bertanding dalam 16 cabang olahraga, yakni atletik, bola voli pasir, bulu tangkis, karate, panahan, panjat tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, menembak, judo, tinju, balap sepeda, dan wushu.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga Sadono mengatakan 146 atlet tersebut berasal dari 58 sekolah, terdiri atas 27 SD/MI, 18 SMP/MTs, dan 13 SMA/SMK/MA. Mereka akan didampingi 41 official dan pelatih selama pelaksanaan POPDA.
“Keikutsertaan ini bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan atlet pelajar Purbalingga agar potensi yang ada bisa terus dikembangkan,” kata Sadono saat pelepasan kontingen di Pendopo Dipokusumo, Jumat (28/8/26).

Keberangkatan kontingen dibiayai melalui APBD Kabupaten Purbalingga 2026. Pembiayaan meliputi uang saku atau transportasi atlet dan official/pelatih, biaya akomodasi perjalanan, serta penginapan selama mengikuti POPDA.
Pemkab Purbalingga juga menyiapkan uang pembinaan dan uang penghargaan dengan total Rp50 juta bagi atlet serta official/pelatih yang berhasil meraih medali. Selain itu, atlet berprestasi akan mendapatkan medali dan piagam.

Pada POPDA 2026, Purbalingga menargetkan 13 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu. Target tersebut terbagi untuk tiga jenjang pendidikan. Dari jenjang SD/MI ditargetkan satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Jenjang SMP/MTs ditargetkan menyumbang lima emas, empat perak, dan empat perunggu, sedangkan jenjang SMA/SMK/MA ditargetkan meraih tujuh emas, enam perak, dan lima perunggu.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan target medali tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi para atlet untuk memberikan kemampuan terbaik, bukan menjadi beban saat bertanding.

“Target ini adalah penyemangat, jangan sampai menjadi beban yang lantas membuat kalian tidak leluasa dalam berjuang. Tugas kalian adalah bertanding dengan upaya semaksimal mungkin,” katanya.
Fahmi menegaskan bahwa para atlet tidak berjuang sendiri. Pemerintah dan masyarakat Purbalingga akan terus memberikan dukungan terhadap perjuangan mereka, apa pun hasil yang diperoleh dalam pertandingan.
“Apa pun hasilnya nanti, kami seluruh masyarakat Purbalingga akan tetap mendukung perjuangan para atlet dan pelatih kontingen Purbalingga,” ujarnya.

Fahmi meminta para atlet menjaga kekompakan, kesehatan, dan semangat selama mengikuti pertandingan serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Dengan upaya yang maksimal, saya meyakini hasil yang kita peroleh adalah yang terbaik,” katanya. (dhs/Kominfo)





