PURBALINGGA INFO – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Purbalingga berlangsung lancar, Senin (22/6/26). Sejumlah orang tua mengaku proses pendaftaran berlangsung cepat, mudah dipahami, dan lebih terbuka karena hasil seleksi dapat dipantau secara langsung melalui sistem yang telah disediakan.
Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh Suwarso, salah satu orang tua yang mendaftarkan anaknya di SD Negeri 1 Purbalingga Lor. Menurutnya, proses pendaftaran berlangsung sederhana dan tidak menyulitkan masyarakat.
“Kalau menurut saya mudah, enggak ribet. Prosesnya juga cepat, mulai masuk, verifikasi sampai selesai paling sekitar lima menit,” ujarnya. Ia menilai sistem yang diterapkan saat ini lebih terbuka sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan. “Jadi memang enggak ada lagi titip-titipan. Transparan, insyaallah seperti itu,” tambahnya.

Ketua Panitia SPMB SDN 1 Purbalingga Lor, Ramadani Diah Rahayu, mengatakan sejak hari pertama antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 1 Purbalingga Lor menyediakan kuota sebanyak 56 murid yang terbagi dalam tiga jalur, yakni jalur domisili sebanyak 45 murid, jalur afirmasi 9 murid, dan jalur mutasi 2 murid.
“Orang tua mengambil formulir, kemudian masuk ke ruang verifikasi dan langsung diverifikasi oleh panitia. Kami juga menyediakan saluran WhatsApp yang dapat diakses melalui barcode di lingkungan sekolah sehingga orang tua bisa memantau perkembangan pendaftaran anaknya,” jelasnya.

Kemudahan layanan juga diterapkan pada jenjang SMP negeri yang proses pendaftarannya dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Kabupaten Purbalingga di purbalingga.spmb.id. Ketua Panitia SPMB SMP Negeri 1 Purbalingga, Didik Kamseno, mengatakan sekolah menyiapkan layanan pendampingan bagi calon murid dan orang tua selama proses pendaftaran, mulai dari pengajuan serta aktivasi akun, verifikasi data, hingga pemilihan sekolah agar berjalan lebih tertib dan mudah.
Layanan tersebut mendapat respons positif dari Ayu Emilda, warga Purbalingga Kidul yang mendaftarkan anaknya melalui jalur domisili di SMP Negeri 1 Purbalingga. “Prosesnya bagus, lancar, tertib juga. Tadi verifikasi data dulu, setelah itu langsung masuk pendaftaran online. Alhamdulillah tidak ada kendala,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga membuka sejumlah kanal pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama proses SPMB. Aduan dapat disampaikan melalui fitur Tanya SPMB pada portal resmi purbalingga.spmb.id, layanan Lapor Mas Bupati melalui lapormasbup.purbalinggakab.go.id, maupun melalui nomor layanan SPMB SD di 081568260466 dan SPMB SMP di 085185027730. Masyarakat juga dapat datang langsung ke Posko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Ruang Aula Tutwuri Handayani.
Nur Fidayat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menjelaskan, sebagian besar pertanyaan yang masuk berkaitan dengan aktivasi akun dan administrasi kependudukan. Untuk kasus tertentu, seperti calon murid yang tinggal bersama wali atau memiliki perubahan data kependudukan, pemerintah tetap menyediakan mekanisme verifikasi sesuai ketentuan agar hak anak memperoleh pendidikan tetap terlayani.

Selain memudahkan pendaftaran, sistem SPMB tahun ini juga memberikan akses informasi yang lebih terbuka bagi masyarakat. Melalui portal resmi, hasil seleksi dapat dipantau secara langsung, termasuk nilai, prestasi, maupun jarak domisili sebagai dasar penilaian. “Semua bisa dilihat secara real time,” jelasnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, PMB SD negeri dilaksanakan di 459 sekolah dengan jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Sementara PMB SMP negeri dilakukan secara daring di 60 sekolah dengan daya tampung 11.038 murid melalui jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. (dhs/Kominfo)




