PURBALINGGA INFO – Upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045 terus diperkuat melalui Program Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Purbalingga. Tidak hanya mengedukasi remaja agar terhindar dari pernikahan anak, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku berisiko, program ini juga mendorong lahirnya berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Plt. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Dinkes PPKB Kabupaten Purbalingga, Tri Adi Handoyo, mengatakan Program GenRe dikembangkan melalui pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja dengan melibatkan sekolah, keluarga, serta masyarakat. Menurutnya, pembinaan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat desa agar semakin banyak remaja memiliki ruang yang aman untuk belajar, berdiskusi, dan berkembang.

“Program GenRe membantu remaja menyiapkan masa depan yang matang, mulai dari pendidikan, karier hingga kehidupan berkeluarga. Prinsipnya adalah Triad KRR atau Tri Zero, yakni menghindari seks pranikah, menolak pernikahan di usia anak, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba maupun zat adiktif lainnya,” jelas Tri saat menjadi narasumber Program Ngopi (Ngobrol Program dan Inovasi OPD) di LPPL Radio Gema Soedirman, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan implementasi program dilakukan melalui 63 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang tersebar di sekolah, kampus, dan desa sebagai ruang konsultasi sebaya bagi remaja. Selain itu, telah terbentuk 178 kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) yang membekali para orang tua dengan pengetahuan membangun komunikasi yang efektif bersama anak-anak mereka.

“Remaja tidak bisa dibina sendirian. Keluarga memiliki peran yang sangat penting sehingga pembinaan juga menyasar orang tua melalui BKR. Dengan begitu, tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara utuh,” ujarnya.

Salah satu hasil pembinaan tersebut terlihat dari keberhasilan Labib Mubarok meraih Juara I Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026. Bagi Labib, gelar tersebut bukan akhir perjalanan, melainkan amanah untuk memperluas manfaat Program GenRe melalui berbagai inovasi yang menyentuh kehidupan remaja dan masyarakat.

“Prestasi ini bukan hanya tentang sebuah gelar, tetapi menjadi kesempatan membawa suara dan karya remaja Purbalingga ke tingkat yang lebih luas. Saya ingin menunjukkan bahwa remaja mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” kata Labib.

Dalam ajang tersebut, Labib memperkenalkan gerakan Jamu Jati Kendi (Jaga Mulut, Jaga Hati, Kendalikan Diri) sebagai pendekatan membangun karakter remaja di era digital. Edukasi itu dikemas melalui modul pembelajaran, kampanye media sosial, webinar, hingga kegiatan di sekolah-sekolah sehingga dapat menjangkau lebih banyak remaja.

Ia juga menggagas aplikasi SINGGAH (Supportive Inclusive Gateway to Purbalingga) yang menghadirkan informasi destinasi wisata ramah disabilitas. Inovasi tersebut dikembangkan bersama pemerintah, akademisi, komunitas, sekolah, dan penyandang disabilitas sehingga mampu mendukung terwujudnya pariwisata yang lebih inklusif di Kabupaten Purbalingga.

Menurut Labib, tantangan terbesar remaja saat ini bukan hanya persoalan pergaulan, tetapi juga derasnya arus informasi digital. Karena itu, ia mengajak remaja memanfaatkan media sosial sebagai ruang belajar, berkarya, dan menyebarkan konten positif, sekaligus memperkuat komunikasi dengan keluarga agar setiap persoalan dapat diselesaikan bersama.

Tri mengatakan Dinkes PPKB akan terus mengembangkan Program GenRe melalui penguatan PIK-R, BKR, dan kolaborasi lintas sektor agar semakin banyak remaja memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi. Selain mendampingi Labib menuju Apresiasi Duta GenRe Tingkat Nasional, pihaknya juga membuka kesempatan bagi remaja Purbalingga lainnya untuk bergabung melalui seleksi Adubangga 2026.

“Harapannya semakin banyak remaja yang berani berkarya, menjadi teladan, dan menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Ketika remaja diberi ruang untuk berkembang, mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak perubahan bagi Purbalingga,” pungkasnya. (dhs/Kominfo)