PURBALINGGA – Sebanyak 555 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akan mendampingi masyarakat di empat kecamatan di Kabupaten Purbalingga selama 35 hari, hingga 11 Agustus 2026. Melalui berbagai program pemberdayaan, mahasiswa diharapkan membantu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta mengoptimalkan potensi desa guna mendukung pengentasan kemiskinan.

Program KKN mengusung tema “Peningkatan Resiliensi Desa di Tengah Krisis Global: Kolaborasi Pengoptimalan Potensi Desa untuk Mengatasi Kemiskinan” dan dilaksanakan di Kecamatan Karangmoncol, Rembang, Kertanegara, dan Karanganyar. Tema tersebut menjadi wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Unsoed dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi masyarakat desa.

Sejumlah desa di Purbalingga masih menghadapi tantangan pembangunan, mulai dari perlunya peningkatan daya saing UMKM, penguatan ketahanan pangan dan lingkungan, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan maupun tata kelola pemerintahan desa. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi agar program pemberdayaan masyarakat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Purbalingga, Siswanto, menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, setiap program tidak cukup hanya terlaksana dengan baik, tetapi juga harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang dapat diukur, serta menghasilkan perubahan nyata di desa.

“KKN tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Yang terpenting adalah perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, dan manfaat yang nyata bagi warga,” ujar Siswanto saat menerima mahasiswa KKN Unsoed, Rabu (8/7/2026), di Operation Room Graha Adiguna Setda Purbalingga.

Ia juga mendorong agar setiap program yang dijalankan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, melainkan dirancang memiliki keberlanjutan melalui langkah jangka pendek maupun jangka menengah. Menurutnya, persoalan kemiskinan dapat diintervensi melalui pendekatan social engineering untuk membangun pola pikir masyarakat yang lebih produktif, sekaligus melalui upaya peningkatan pendapatan berbasis potensi desa.

Menurut Siswanto, kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan desa. Jika sebelumnya masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengembangkan potensi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan, kini pendampingan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, membuka peluang usaha, serta mendorong lahirnya desa yang lebih mandiri dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Agus Maryoto, mengatakan mahasiswa KKN akan melaksanakan lima program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pendampingan UMKM pada bidang ekonomi, pemberdayaan lingkungan melalui budi daya tanaman, peningkatan kesehatan dengan fokus penanganan stunting pada balita serta perbaikan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, penguatan pendidikan melalui motivasi belajar bagi Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) serta pemanfaatan teknologi informasi, hingga pembaruan data dan administrasi pemerintahan desa.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Ilmu yang dimiliki mahasiswa harus dapat diterapkan untuk memberikan manfaat nyata dan memperkuat pembangunan desa di Kabupaten Purbalingga,” kata Agus.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Universitas Jenderal Soedirman, pemerintah desa, dan masyarakat, pelaksanaan KKN diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang berkelanjutan. Pendampingan mahasiswa tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi desa, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. (GIN/Kominfo)