PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendorong lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja melalui Sosialisasi Program Magang Nasional 2026 di Pendopo Dipokusumo, Rabu (8/7/2026). Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka peluang karier bagi generasi muda di Kabupaten Purbalingga.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan mengenai pelaksanaan Program Magang Nasional 2026.

“Program ini diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dan peluang kerja yang semakin terbuka,” katanya.
Mukodam menambahkan, pemerintah daerah juga mengajak perusahaan, lembaga pendidikan, serta stakeholder terkait untuk berpartisipasi dalam menyukseskan program tersebut. Pendaftaran calon penyelenggara program magang dibuka hingga 15 Juli 2026 mendatang.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan Program Magang Nasional merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. Menurutnya, program ini menjadi jembatan antara lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Tahun ini pelaksanaan Program Magang Nasional harus kita optimalkan. Program ini memberikan manfaat bagi lulusan karena mendapatkan pengalaman kerja, sekaligus membantu dunia usaha memperoleh talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang,” ujar Bupati Fahmi.
Ia menjelaskan, peningkatan kesempatan kerja menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah mengingat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Purbalingga masih menjadi tantangan bersama. Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah terus menghadirkan berbagai program yang mampu memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
“Melalui program ini, pemerintah pusat memberikan dukungan nyata berupa uang saku selama enam bulan sebesar Upah Minimum Kabupaten/Kota. Ini menjadi manfaat langsung bagi peserta sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Herry Nugraha, unsur dunia usaha, akademisi dari perguruan tinggi dan SMK, perbankan, BUMN, BUMD, organisasi profesi, hingga asosiasi pekerja. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam menciptakan tenaga kerja yang kompetitif.

Dalam paparannya, Herry Nugraha menjelaskan bahwa Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Tahun 2026 merupakan bagian dari delapan paket Kebijakan Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini menargetkan sebanyak 150.000 lulusan Diploma, Sarjana, hingga Pendidikan Profesi yang lulus maksimal satu tahun terakhir untuk mengikuti pemagangan selama enam bulan.
Menurut Herry, peserta program akan mendapatkan berbagai fasilitas yang ditanggung pemerintah, mulai dari uang saku sebesar Upah Minimum Kabupaten/Kota lokasi magang, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, pendampingan mentor profesional, hingga sertifikasi kompetensi dari BNSP tanpa biaya.
“Pada pelaksanaan angkatan pertama, hampir sepertiga peserta mendapatkan tawaran kerja setelah mengikuti program magang. Ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang lulusan memasuki dunia industri,” jelasnya.
Seluruh proses pendaftaran, seleksi, hingga pelaporan Program Magang Nasional dilakukan secara digital melalui platform MagangHub Kemnaker. Sistem tersebut diharapkan memudahkan peserta maupun perusahaan dalam mengikuti seluruh tahapan program secara transparan dan efektif.
Sebelumnya, banyak lulusan perguruan tinggi menghadapi tantangan memasuki dunia kerja karena keterbatasan pengalaman dan belum sepenuhnya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui Program Magang Nasional 2026, pemerintah menghadirkan solusi berupa pengalaman kerja nyata, peningkatan keterampilan, perlindungan sosial, serta dukungan finansial selama masa magang.
Kini, lulusan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kompetensi dan membangun karier, sementara dunia industri memperoleh calon tenaga kerja yang lebih siap berkontribusi. Program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan sumber daya manusia Purbalingga yang semakin kompetitif, produktif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (GIN/Kominfo)





