SEMARANG – Sebanyak 243.543 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Jawa Tengah didorong lebih peka melihat persoalan di lingkungan masing-masing agar gangguan keamanan, bencana, maupun konflik sosial dapat segera ditangani sebelum membesar.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappidsus) Aris Marsudiyanto mengatakan Linmas memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. Kedekatan tersebut membuat Linmas dapat mengetahui lebih awal persoalan yang terjadi di lingkungan.
Pesan itu disampaikan Aris saat menjadi pembina Apel Akbar Satlinmas dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila dan mengenang jasa para pahlawan di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).
“Linmas harus menjadi mata dan telinga masyarakat. Kalau ada hal-hal yang tidak beres, Linmas adalah garda terdepan untuk deteksi dini, cegah dini dan tindak dini serta respon cepat dalam pencegahan,” kata Aris.

Menurut Aris, Linmas perlu membaur dengan masyarakat dan segera berkoordinasi dengan pemerintah maupun aparat apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Masalah kecil jangan sampai jadi besar. Linmas harus membaur dan merakyat serta ikut menjaga keamanan dan persatuan Republik Indonesia. Kalau ada bencana, banjir, gempa bumi, longsor, Linmas selalu ada. Linmas akan tampil duluan, akan datang duluan. Hal seperti ini wajib kita pertahankan dan kita lestarikan,” katanya.
Selain membantu menangani persoalan di lingkungan, Aris meminta anggota Linmas tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Hoaks, fitnah, ujaran kebencian dan adu domba dapat memicu persoalan, sehingga Linmas diharapkan turut menjadi penyejuk di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto dikukuhkan sebagai Ketua DPD Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Jawa Tengah. Teguh mengatakan Aslinmas yang menjangkau desa dan kelurahan dapat membantu masyarakat dalam kebencanaan, sosial kemasyarakatan, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan serta mendukung program pemerintah.
“Dengan pengukuhan ini, kita berharap Aslinmas semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Teguh.

Apel Akbar tersebut turut dihadiri Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI Reda Manthovani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta sejumlah pejabat dan kepala daerah se-Jawa Tengah, termasuk Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
Dimas mengatakan Linmas memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Linmas adalah bagian penting dari masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, keamanan serta ketertiban dapat kita jaga bersama,” kata Dimas.
Bagi Purbalingga, keberadaan Linmas juga dibutuhkan untuk membantu menjaga ketenteraman masyarakat dalam berbagai agenda daerah, termasuk menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. (dhs/Kominfo)





