PURBALINGGA – Sorak sorai pendukung, gemerlap panggung, serta penampilan memukau para finalis mewarnai malam Grand Final Kakang Mbekayu Duta Wisata Kabupaten Purbalingga 2026 di Erhanesia Convention Center, Minggu (28/6/2026). Ratusan penonton yang memenuhi ruangan tak henti memberikan dukungan kepada para finalis hingga suasana berlangsung meriah sejak awal hingga pengumuman pemenang. Pada malam puncak tersebut, Ghaly Putra Hengkara dan Yasmin Naafi Rasifa Anwar resmi dinobatkan sebagai Kakang dan Mbekayu Purbalingga 2026.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, yang hadir membuka acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, dewan juri, serta Kakang Mbekayu 2025 yang telah mendedikasikan diri untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Purbalingga. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh finalis yang dinilai telah menunjukkan kepedulian terhadap daerah melalui ajang tersebut.

“Di saat banyak anak muda sibuk dengan gawainya dan dunianya sendiri, malam ini kita melihat anak-anak muda yang memilih berbuat lebih untuk Kabupaten Purbalingga. Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan usaha terbaik yang telah mereka tunjukkan,” kata Fahmi.

Menurutnya, gelar Kakang Mbekayu tidak boleh dimaknai sebagai penghargaan seremonial semata, tetapi harus menjadi wadah bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

“Saya berharap Kakang Mbekayu 2026 mampu menghadirkan warna baru bagi pariwisata Purbalingga, menciptakan inovasi, serta memberikan dampak positif sehingga semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setiadi, menjelaskan bahwa pemilihan Kakang Mbekayu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan kepariwisataan, berkarakter, kreatif, inovatif, serta mampu menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah.

Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Sebanyak 87 orang mendaftar, dengan 80 peserta mengikuti seleksi yang terdiri atas 41 peserta perempuan dan 39 peserta laki-laki dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Setelah melalui tes tertulis dan wawancara, dipilih 20 grand finalis terbaik yang kemudian mengikuti pembekalan meliputi kepariwisataan, pemerintahan, public speaking, content creator, beauty class, koreografi, tes kesehatan, hingga tes anti narkoba.

“Seluruh rangkaian pembekalan ini dirancang untuk membentuk Kakang Mbekayu yang tidak hanya berpenampilan baik, tetapi juga cerdas, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap menjadi Duta Wisata Kabupaten Purbalingga,” jelas Tri Gunawan.

Suasana grand final semakin semarak saat masing-masing finalis tampil dengan percaya diri di atas panggung. Riuh tepuk tangan dan yel-yel para pendukung bergema memenuhi Erhanesia Convention Center, menciptakan atmosfer kompetisi yang hangat namun tetap sportif. Dukungan keluarga, teman, sekolah, hingga komunitas turut menjadi penyemangat bagi para finalis dalam menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Selain menetapkan Kakang dan Mbekayu Purbalingga 2026, panitia juga memberikan penghargaan pada berbagai kategori, di antaranya Wakil Kakang Mbekayu, Kakang Mbekayu Persahabatan, Intelegensia dan Anti Narkoba, Favorit, Fotogenik, serta Best Video Challenge. Para pemenang akan menjadi bagian dari promosi pariwisata Kabupaten Purbalingga sekaligus mewakili daerah pada ajang Mas dan Mbak Jawa Tengah 2026. Dengan semangat generasi muda yang ditunjukkan pada malam grand final tersebut, diharapkan lahir duta wisata yang mampu menjadi wajah baru pariwisata Purbalingga sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke tingkat yang lebih luas.