PURBALINGGA – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika bagi pelajar SMP/MTs negeri dan swasta di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini digelar 4 hari dimulai pada Senin (27/4/2026) secara luring mulai dari SMPN 1 Kemangkon, SMPN 4 Purbalingga, SMPN 1 Padamara, dan SMPN 3 Bobotsari, serta secara daring dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin kompleks. Pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena mereka merupakan kelompok usia yang rentan sekaligus menjadi harapan masa depan daerah.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Purbalingga, Much Umar Fauzi, saat menyampaikan sambutan di SMPN 4 Purbalingga, Selasa (27/4/2026), menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus perlindungan kepada generasi muda. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini guna mewujudkan Purbalingga Bersinar (Bersih dari Narkoba).

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pelajar memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menolak dan menjauhi narkoba. Ini adalah ikhtiar jangka panjang untuk masa depan Purbalingga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, sekolah, aparat penegak hukum hingga masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala SMPN 4 Purbalingga, Titik Widajati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari para narasumber yang kompeten.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak berkesempatan mendapatkan pencerahan terhadap bahaya narkoba. Harapannya, kesadaran mereka tumbuh dan mampu menjadi benteng bagi diri sendiri,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa agar tidak menyia-nyiakan masa depan yang masih panjang. “Masa depan kalian masih panjang, jangan sampai rusak hanya karena mencoba hal-hal yang berbahaya seperti narkoba,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang memberikan materi secara komprehensif. Materi yang disampaikan meliputi peran pemerintah daerah dalam fasilitasi P4GN, faktor-faktor yang menyebabkan anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah dan keluarga.

Selain itu, peran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dalam upaya pencegahan juga dipaparkan secara detail, termasuk pendekatan edukatif dan rehabilitatif bagi pengguna. Sementara itu, dari unsur kepolisian dijelaskan mengenai aspek penegakan hukum serta konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Nasrudin, dalam paparannya menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan. “Pelajar harus menjadi pelopor hidup sehat tanpa narkoba. Katakan tidak pada narkoba, karena sekali terjerat, dampaknya sangat luas, baik bagi diri sendiri maupun keluarga,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata mewujudkan masyarakat Purbalingga yang sehat dan aman. (GIN/Kominfo)