PURBALINGGA– Ribuan peluang kerja terbuka bagi masyarakat melalui Purbalingga Job Fair 2026 yang resmi dibuka pada Rabu (24/6/2026) di GOR Indoor Sasana Krida Perwira Purbalingga. Bursa kerja yang digelar selama dua hari, 24–25 Juni 2026, menjadi jembatan penting antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.
Kegiatan yang memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini disambut antusias masyarakat. Sejak hari pertama, para pencari kerja memadati lokasi untuk mencari peluang karier yang sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun keterampilan yang dimiliki.
Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menjelaskan bahwa Job Fair 2026 bertujuan memfasilitasi para pencari kerja agar lebih mudah mengakses lowongan yang sesuai, sekaligus membantu perusahaan mendapatkan talenta terbaik.

“Job fair ini kami hadirkan untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan potensi tenaga kerja yang dimiliki masyarakat Purbalingga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menambah wawasan masyarakat terkait dunia kerja yang terus berkembang,” jelas Mukodam.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan tagline kepemimpinan Bupati Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, yakni “Alus Dalane, Kepenak Ngodene”, yang salah satunya diwujudkan melalui penguatan akses terhadap kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 42 perusahaan berpartisipasi, terdiri dari 31 perusahaan yang hadir secara langsung dan 11 perusahaan yang membuka lowongan secara daring. Dari jumlah tersebut, 22 perusahaan berasal dari Purbalingga dan 20 perusahaan dari luar daerah. Total lowongan kerja yang tersedia mencapai 6.816 posisi dengan beragam bidang pekerjaan.
Tingginya animo masyarakat terlihat dari data peserta saat pembukaan, di mana 93 persen peserta berasal dari Purbalingga, sementara sisanya berasal dari luar daerah. Capaian ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi lowongan kerja yang mudah dijangkau.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Job Fair merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Masih terdapat kesenjangan antara lowongan kerja yang tersedia dengan kompetensi yang dimiliki para pelamar. Karena itu, kami terus mengoptimalkan penyesuaian standar kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Bupati Fahmi.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga tidak berhenti pada penyelenggaraan job fair semata. Pemkab juga terus memetakan kebutuhan industri, mengidentifikasi kesenjangan keterampilan, serta menyiapkan pelatihan yang relevan agar masyarakat semakin siap memasuki dunia kerja. Dulu banyak pencari kerja kesulitan mendapatkan informasi lowongan dan akses langsung ke perusahaan. Melalui Job Fair serta program pelatihan yang disiapkan pemerintah, kini masyarakat memiliki ruang yang lebih terbuka untuk mengembangkan kompetensi dan meraih pekerjaan yang sesuai.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Rian, pencari kerja asal Kalimanah, mengaku kegiatan ini sangat membantu dirinya yang baru pindah ke Purbalingga untuk mengenal perusahaan-perusahaan yang membuka rekrutmen. “Terima kasih Pemkab Purbalingga yang sudah mengadakan Job Fair. Saya jadi bisa bertemu langsung dengan perusahaan yang bisa saya lamar,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ilham, peserta asal Kaligondang, yang untuk pertama kalinya mengikuti job fair. Ia mengaku optimistis setelah mengetahui banyak peluang kerja tersedia di Purbalingga. “Saya baru tahu ada banyak lowongan kerja di Purbalingga. Saya berharap bisa diterima di salah satu perusahaan yang sudah saya lamar hari ini,” harapnya. (GIN/Kominfo)


